Produk rempah olahan Bu Nihayatun (Pramesti/Z Creators)
INDOZONE.ID - Nggak semua jalan menuju sukses itu lurus dan mulus. Kadang naik, kadang turun, dan itu juga yang dialami Nihayatun Ni’mah seorang ibu rumah tangga asal Desa Tedunan, Demak, yang punya cerita luar biasa soal perjuangan hidup.
Selama lebih dari 20 tahun, Bu Ni’mah menekuni bisnis kaligrafi. Dulu, usahanya ini sempat jadi sumber penghasilan utama keluarga. Tapi karena zaman berubah, minat pasar turun, dan bahan baku makin susah didapat, usahanya harus gulung tikar.
Alih-alih menyerah, Bu Ni’mah justru bangkit dan banting setir ke bisnis yang lebih relevan, produksi jahe kristal dan minuman rempah tradisional. Nggak cuma menyehatkan, produknya juga makin digemari berbagai kalangan.
Sebelum dikenal sebagai produsen minuman herbal, Bu Ni’mah adalah pengusaha kaligrafi yang cukup tenar. Bareng suaminya, dia menjalankan bisnis rumahan yang pernah mempekerjakan 8 sampai 10 orang.
Produknya sempat tembus ke pasar luar Jawa, lho! Tapi semua mulai menurun ketika bahan baku dari Jepang diganti dengan produk Korea yang kualitasnya kurang oke.
“Dulu pakai bahan Jepang, mereknya Sambo. Bagus banget. Tapi diganti bahan Korea, jadi karatan. Usaha jadi sepi,” cerita Bu Ni’mah.
Tahun 2016 jadi titik balik. Bisnis kaligrafi resmi dihentikan. Tapi dari sinilah kisah baru dimulai.
Baca juga: Rahasia Nasabah Binaan PNM Mekaar Dilirik Brand Batik Besar
Nggak mau terus-terusan terpuruk, Bu Ni’mah teringat warisan keluarga yaitu resep rempah dari nenek dan pamannya. Ia pun mulai produksi jahe kristal dan minuman herbal dari dapur rumahnya sendiri.
“Dulu cuma jahe biasa. Sekarang saya kembangkan ada jahe merah, jahe emprit, temulawak, sampai kunir,” jelasnya.
Seluruh proses dilakukan manual, dari pengupasan hingga pengemasan. Meski alatnya sederhana, kualitas produknya nggak kalah dari pabrikan. Bahkan, karena pakai bahan alami tanpa pengawet, cita rasa dan manfaat kesehatannya tetap terjaga.
Alat penggiling atau penghalus rempah-rempah sederhana (Pramesti/Z Creators)
Produk Bu Ni’mah 100% alami. Dia nggak pakai bahan pengawet atau perasa buatan. Semua rempah diproses dengan cara tradisional, diperas, dimasak di tungku kayu, lalu dikristalkan secara alami.
Soal rasa? Jangan ditanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung