INDOZONE.ID - Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi global, Indonesia dinilai perlu mempercepat transisi menuju ekonomi hijau agar tetap kompetitif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Hal inilah yang menjadi latar belakang digelarnya Forum Ekonomi Hijau (FEH) 2026 oleh Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) pada 17 Juni 2026 di Gedung Kantor Pusat PLN, Jakarta.
Baca juga: Kemnaker Ubah BPVP Jadi Mini Campus, Targetkan 80 Persen Lulusan Terserap Dunia Kerja
Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, pakar lingkungan, hingga pemimpin strategis nasional untuk membahas langkah konkret dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
IKA Unpad: Indonesia Tak Bisa Lagi Menunda Transisi Hijau
Ketua Umum IKA Unpad, Dr. Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Indonesia perlu bergerak lebih cepat dalam menghadapi perubahan arah pembangunan global.
"Dunia sedang bergerak sangat cepat menuju ekonomi hijau dan transisi energi. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus mampu mempercepat transformasi pembangunan agar memiliki daya saing yang kuat di masa depan," ujar Ferry.
Baca juga: Harga BBM Non Subsidi Dinilai Tak Bisa Langsung Turun Meski Harga Minyak Dunia Turun
Menurutnya, Forum Ekonomi Hijau tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga sarana untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Forum ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi momentum untuk membangun akselerasi transisi berkelanjutan melalui kolaborasi nyata antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan masyarakat sipil," tambahnya.
Ekonomi Hijau Dinilai Jadi Kebutuhan Strategis Bangsa
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menilai ekonomi hijau bukan lagi sekadar konsep, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan.
Baca juga: Industri Kripto Indonesia Tumbuh Pesat, Kepercayaan Pengguna Harus Ditingkatkan
"Indonesia dianugerahi sumber daya alam yang luar biasa besar. Kekayaan hutan, laut, keanekaragaman hayati, energi, serta potensi ekonomi berbasis alam yang kita miliki merupakan modal strategis bangsa untuk membangun kesejahteraan rakyat. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup. Di sinilah pentingnya ekonomi hijau sebagai landasan masa depan Indonesia," ungkap Jumhur.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi agar proses transisi berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kita membutuhkan sinergi yang kuat agar transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga inklusif dan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, lapangan kerja baru, dan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Model Pembangunan Lama Dinilai Mulai Memiliki Keterbatasan
Pandangan serupa disampaikan oleh Prof. Laode M. Kamaluddin, Dewan Pakar BA Center sekaligus alumni FMIPA Unpad.
Menurutnya, model pembangunan yang terlalu bergantung pada eksploitasi sumber daya alam kini mulai menunjukkan berbagai keterbatasan.
"Model pembangunan konvensional yang terlalu bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam kini mulai menunjukkan berbagai keterbatasannya. Karena itu, transisi menuju ekonomi hijau harus dipercepat agar pembangunan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang," jelas Prof. Laode.
Baca juga: Kemnaker Ingatkan Peserta MagangHub Batch III Lengkapi Tahapan Akhir Sebelum Penutupan Program
Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi hijau di kawasan jika mampu memanfaatkan momentum global yang ada saat ini.
Akademisi Soroti Pentingnya Riset dan Inovasi
Sementara itu, Head of Center for Environment and Sustainability Science (CESS) Unpad, Dr. Susanti Withaningsih, menyoroti semakin besarnya tekanan terhadap lingkungan hidup dan sumber daya alam.
"Kita menghadapi peningkatan bencana hidrometeorologi, degradasi lingkungan, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan dan air. Ekonomi hijau merepresentasikan transformasi paradigma pembangunan menuju sistem yang berkelanjutan, integratif, dan berbasis ilmu pengetahuan, sebagaimana ditekankan dalam sustainability science untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks," ujar Susanti.
Baca juga: Gaji ke-13 Cair, Pensiunan TNI/Polri Bersyukur Bisa Bahagiakan Cucu
Ia menambahkan bahwa dukungan riset, inovasi, dan peningkatan literasi publik menjadi faktor penting untuk mempercepat implementasi ekonomi hijau di Indonesia.
Deklarasi Bersama untuk Percepatan Transisi Hijau
Forum Ekonomi Hijau juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pemimpin lintas sektor, termasuk Komisaris Utama PLN sekaligus Ketua Dewan Pakar IKA Unpad Burhanuddin Abdullah serta Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Joko Tri Haryanto, serta pakar lainnya.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, forum ini turut menghadirkan deklarasi bersama lintas pemangku kepentingan sebagai bentuk komitmen mendukung percepatan transisi menuju ekonomi hijau di Indonesia.
Melalui forum tersebut, IKA Unpad berharap lahir lebih banyak kolaborasi, inovasi, dan rekomendasi strategis untuk mendorong pembangunan yang rendah karbon, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung