Rabu, 22 APRIL 2026 • 16:00 WIB

Roadmap Baru OJK 2026–2030, Dari Derivatif hingga Investasi Berkelanjutan

Author

Ilustrasi pemilihan calon ketua OJK (Dok. Istimewa)

INDOZONE.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi merilis dua roadmap strategi pengembangan pasar keuangan periode 2026–2030. Fokus utamanya adalah memperkuat pendalaman pasar keuangan sekaligus mendorong investasi pertumbuhan berkelanjutan ekonomi Indonesia, sekaligus sebagai komitmen OJK terhadap pembentukan sektor jasa keuangan yang inklusif, efisien, berdaya saing, dan mendukung pembangunan nasional.

Secara garis besar, roadmap yang diterbitkan OJK terdiri dari dua strategi. Roadmap pertama, yaitu Roadmap Pengembangan Pasar Derivatif Berlandaskan Instrumen Pasar Modal 2026–2030. Roadmap pertama ini, atau yang disebut peta jalan ke satu, menyoroti penguatan pasar derivatif berbasis instrumen pasar modal yang berperan penting dalam manajemen risiko dan pendalaman pasar. Dalam roadmap ini, OJK menetapkan arah pasar yang lebih likuid, kredibel, efisien, dan aman bagi investor.

Baca juga: OJK Periksa 32 Kasus Pasar Modal, Libatkan Korporasi hingga Influencer

Sementara itu, roadmap kedua yaitu Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan Indonesia 2026–2030, yang berfokus pada pengembangan peran pasar modal berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Roadmap kedua ini bertujuan untuk mendorong investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berdampak pada lingkungan dan sosial.

Penyusunan kedua roadmap ini didukung oleh kementerian, Asian Development Bank (ADB), lembaga, asosiasi industri keuangan, serta mitra pembangunan.

Data OJK menunjukkan bahwa minat terhadap investasi berkelanjutan terus meningkat. Berdasarkan data akhir 2025, nilai penerbitan obligasi dan sukuk berbasis ESG telah mencapai lebih dari Rp74,14 triliun atau setara 4,43 miliar USD. Tidak hanya itu, pada akhir 2025, produk reksa dana berbasis ESG juga mencapai Rp9,98 triliun, yang didominasi oleh reksa dana indeks.

Baca juga: OJK Denda Influencer Saham Belvin Tannadi Rp5,35 Miliar, Ini Duduk Perkaranya!

Melalui perilisan roadmap ini, diharapkan produk pasar modal Indonesia dapat terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

Instrumen investasi Indonesia yang kini sudah berbasis ESG antara lain IDX LQ45 Low Carbon Leader, SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, IDX ESG Leaders, dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.

Meski terlihat teknis, kebijakan ini memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat. Pasar keuangan yang lebih likuid, kredibel, dan stabil dapat membuka peluang investasi yang lebih luas, sehingga berpengaruh pada perkembangan ekonomi nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ojk.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU