INDOZONE.ID - Ngomongin soal utang emang selalu jadi topik yang sensitif sekaligus bikin penasaran yaa!
Bukan cuma kita sebagai pribadi yang sering kepikiran soal cicilan, ternyata negara-negara besar di dunia juga punya beban utang yang jumlahnya nggak main-main.
Bahkan banyak negara yang kita anggap makmur dan maju banget, eh ternyata malah masuk dalam daftar negara dengan beban finansial paling jumbo.
Dilansir dari Global Fire Power ngerilis data terbaru soal negara-negara yang punya utang paling banyak dengan kurs yang sudah disesuaikan.
Memahami 10 negara dengan utang tertinggi di dunia ini penting banget biar kita punya perspektif yang lebih luas soal gimana ekonomi global itu bekerja.
Utang itu ibarat pisau bermata dua, bisa jadi mesin penggerak pembangunan atau justru jadi beban yang bikin ekonomi jalan di tempat.
Yuk, kita kepoin negara mana saja yang utangnya paling selangit dan kira-kira Indonesia ada di urutan berapa yaa?
Baca juga: Pahami Perbedaan Fintech dan Pinjol Biar Gak Salah Pilih dan Gak Terjebak Utang Berbahaya
Dinamika Utang Negara sebagai Strategi Ekonomi
Banyak orang yang langsung panik pas denger kata utang negara, padahal sebenarnya utang itu bagian dari strategi finansial.
Di satu sisi, utang itu memungkinkan sebuah pemerintahan buat membiayai proyek infrastruktur yang keren, ningkatin kualitas pendidikan, atau ngasih subsidi pas lagi ada krisis.
Tapi di sisi lain, kalau jumlahnya sudah terlalu over, beban bunganya bisa bikin anggaran negara jadi boncos.
Data Global Fire Power ini ngasih gambaran nyata pakai kurs terbaru sekitar enam belas ribu lima ratus rupiah per satu dollar Amerika.
Angka-angka yang muncul emang fantastis banget dan mungkin susah dibayangin sama dompet kita, tapi ini adalah realita yang dihadapi oleh para pemimpin dunia saat ini.
Italia dan Irlandia yang Berjuang dengan Anggaran
Masuk di peringkat ke-10, yaitu Italia yang punya utang sekitar dua koma tujuh puluh lima triliun dollar Amerika atau kalau dikonversi ke rupiah tembus empat puluh lima ribu triliun lebih.
Italia sebagai salah satu raksasa ekonomi di Eropa emang lagi berjuang banget buat nyeimbangin anggaran mereka di tengah politik dalam negeri yang sering berubah-ubah.
Nggak jauh beda, di peringkat ke-9 ada Irlandia dengan utang tiga koma tiga triliun dollar Amerika.
Uniknya, utang Irlandia ini banyak dipengaruhi oleh aktivitas perusahaan-perusahaan multinasional besar yang bermarkas di sana.
Meskipun negaranya kelihatan sangat dinamis, beban finansialnya tetap jadi perhatian serius bagi lembaga keuangan internasional.
Australia dan Tantangan Reformasi Pajak
Lanjut ke peringkat ke-8, ada Australia yang tercatat punya utang tiga koma empat triliun dollar Amerika.
Dilansir dari YouTube @Awand TV, Pemerintah Australia sekarang lagi gencar-gencarnya ngelakuin reformasi sistem perpajakan buat ngontrol biar utangnya nggak makin melambung tinggi.
Mereka sadar kalau stabilitas ekonomi jangka panjang itu kuncinya ada di pengelolaan fiskal yang sehat.
Jadi jangan heran kalau kebijakan ekonomi di sana sering banget berubah demi ngejar target efisiensi anggaran.
Australia membuktikan kalau negara yang kaya sumber daya alam pun tetap butuh manajemen utang yang super ketat biar nggak terjebak dalam krisis finansial di masa depan.
Jepang dengan Dilema Populasi yang Menua
Peringkat ke-7 ditempati oleh Jepang, dan ini adalah kasus yang cukup unik di dunia. Jepang punya utang empat koma enam triliun dollar Amerika, tapi yang bikin ngeri adalah rasio utangnya terhadap PDB itu salah satu yang paling tinggi secara global.
Kenapa bisa begitu? Ternyata faktor utamanya adalah populasi Jepang yang makin menua.
Makin banyak lansia berarti beban pensiun dan layanan kesehatan makin bengkak, sementara anak mudanya yang bayar pajak malah makin dikit.
Kondisi ini bikin Jepang harus terus muter otak gimana caranya tetap jadi negara maju dengan beban utang yang terus bertambah gara-gara urusan demografi.
Baca juga: Tips Bisnis Modal Kecil dan Tanpa Hutang: Cara Cerdas Mulai dari Nol
Luksemburg dan Belanda yang Tetap Stabil
Di peringkat ke-6 dan ke-5 ada Luksemburg dan Belanda yang jumlah utangnya mirip-mirip di angka empat koma tujuh triliun dollar Amerika.
Meskipun angkanya kelihatan gede banget, kedua negara ini sebenarnya masih punya posisi fiskal yang cukup kuat.
Belanda contohnya, mereka dikenal punya disiplin yang sangat ketat dalam urusan anggaran.
Jadi walaupun utang nominalnya tinggi, rasio terhadap kekayaan negaranya masih dianggap sehat.
Luksemburg juga sama, sebagai pusat keuangan dunia, mereka punya strategi pengelolaan utang yang sangat hati-hati sehingga kepercayaan pasar terhadap mereka tetap tinggi banget meskipun punya beban finansial yang jumbo.
Jerman Mulai Melonggarkan Kebijakan Fiskal
Jerman berada di urutan ke-4 dengan total utang enam koma dua triliun dollar Amerika. Selama ini Jerman dikenal sebagai negara yang pelit banget kalau urusan ngutang alias sangat konservatif.
Tapi belakangan ini, mereka mulai berani buat ngambil investasi strategis buat pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Jerman mulai sadar kalau terlalu ketat ngerem pengeluaran juga nggak bagus buat kompetisi global.
Jadi mereka mutusin buat sedikit melonggarkan aturan utang demi masa depan industri mereka yang lebih canggih, meskipun itu artinya angka utang nasional mereka bakal kelihatan makin besar di mata publik.
Prancis dan Britania Raya yang Terkena Dampak Krisis
Masuk ke tiga besar, ada Prancis di peringkat ke-3 dengan utang enam koma sembilan triliun dollar Amerika. Rasio utang Prancis ini sudah lewat dari seratus sepuluh persen dari PDB mereka, yang artinya bebannya sudah sangat berat.
Sementara itu, di peringkat ke-2 ada Britania Raya dengan utang sembilan koma lima triliun dollar Amerika.
Britania Raya kena hantam bertubi-tubi mulai dari dampak pandemi, krisis energi gara-gara perang, sampai inflasi yang nggak karuan.
Pengeluaran pemerintah buat ngasih stimulus ke masyarakat bikin utang mereka melonjak tajam dalam waktu yang cukup singkat, bikin para ekonom di sana harus kerja ekstra keras.
Amerika Serikat sebagai Pemegang Rekor Utang Terbesar
Posisi pertama negara dengan utang terbanyak di dunia tentu saja jatuh kepada sang adidaya, Amerika Serikat.
Jumlahnya bener-bener gila, melampaui dua puluh dua koma tiga triliun dollar Amerika atau kalau dirupiahkan sekitar tiga ratus enam puluh delapan ribu triliun rupiah.
Ini adalah rekor utang tertinggi dalam sejarah manusia. Banyak faktor yang bikin utang Amerika setinggi itu, mulai dari biaya perang yang mahal banget, belanja militer yang masif, sampai berbagai kebijakan stimulus ekonomi buat warga mereka.
Meskipun utangnya selangit, Amerika tetap jadi pusat ekonomi dunia karena kekuatan dollar-nya, tapi tetap saja angka ini jadi peringatan buat stabilitas ekonomi global secara keseluruhan.
Bagaimana dengan Posisi Utang Negara Indonesia?
Nah, ini pasti yang paling kalian tunggu-tunggu. Di antara negara-negara dengan utang jumbo itu, posisi Indonesia ada di mana?
Ternyata Indonesia berada di peringkat ke-25 dunia. Total utang negara kita tercatat ada di angka empat ratus empat puluh miliar dollar Amerika atau setara dengan tujuh ribu dua ratus enam puluh triliun rupiah.
Kalau dibandingin sama Amerika atau Britania Raya, angka utang kita sebenarnya masih jauh di bawah mereka.
Tapi tentu saja pengelolaannya harus tetap hati-hati banget. Indonesia masih dianggap punya manajemen utang yang cukup baik selama rasio terhadap PDB-nya tetap terjaga dan uangnya benar-benar dipakai buat sektor yang produktif kayak infrastruktur dan pendidikan.
Baca juga: Mindset Baru Soal Pay Later Menurut CEO Big Alpha: Itu Alat Bayar, Bukan Alat Hutang!
Dari daftar 10 negara dengan utang tertinggi di dunia ini, kita bisa belajar kalau punya utang itu nggak selamanya buruk asal bisa dikelola dengan benar.
Negara-negara maju di atas membuktikan kalau utang bisa jadi alat buat survive dari krisis besar kayak pandemi.
Kuncinya ada di disiplin fiskal dan gimana cara pemerintah muter uang tersebut biar balik jadi keuntungan ekonomi.
Sebagai anak muda, kita harus kritis tapi juga objektif melihat angka-angka ini. Jangan cuma lihat besarnya nominal utang, tapi lihat juga buat apa uang itu dipakai.
Semoga informasi ini bikin kamu makin paham soal peta ekonomi dunia dan nggak gampang kemakan info yang cuma sepotong-sepotong ya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube, Global Fire Power