Rabu, 08 APRIL 2026 • 10:44 WIB

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Author

Kisah inspiratif nasabah PNM Mekaar, Anastasya Sampaleng, di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). (Pers rilis)

INDOZONE.ID — Langkah kecil seorang ibu yang dijalani setiap hari sering kali menyimpan cerita besar tentang keteguhan. Di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), kisah itu datang dari Anastasya Sampaleng, seorang ibu rumah tangga yang memilih untuk tetap berdiri di tengah situasi yang tidak mudah. 

Saat suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan jatuh sakit, ia tidak memiliki banyak pilihan selain terus bergerak. Dengan berjalan kaki hingga sekitar dua kilometer setiap hari, Anastasya menjajakan masakan rumahan kepada masyarakat sekitar, menjaga agar dapur tetap menyala dan keluarganya tetap bertahan.

Perjalanan tersebut tidak dimulai dari kondisi yang mudah. Sebelumnya, ia sempat merintis usaha warung sembako setelah bergabung dengan PNM Mekaar, membantu menambah penghasilan keluarga sedikit demi sedikit. 

Namun, ketika kondisi kesehatan suaminya memburuk, usaha tersebut tidak lagi dapat berjalan optimal. Ia kemudian beralih menjual gorengan, bahkan harus meninggalkan anaknya di rumah untuk sementara waktu agar tetap bisa berjualan. 

Baca juga: Bukan Keterbatasan tapi Kekuatan: Kisah Ibu Ani, Difabel Tangguh yang Bertumbuh Bersama PNM

Dari situ, ia perlahan kembali menata langkah, hingga akhirnya berani meningkatkan plafon pembiayaan dan beralih ke usaha makanan yang kini menjadi penopang utama keluarganya.

“Saya tidak mau menyerah, karena yang saya perjuangkan bukan hanya untuk saya, tapi untuk keluarga dan anak saya. Capek pasti ada, tapi saya percaya kalau terus jalan, pasti ada jalan,” ungkapnya. 

Dari usaha yang dijalani dengan konsisten, ia mulai merasakan perubahan, rumah yang perlahan direnovasi, serta pendidikan anak yang tetap dapat dilanjutkan. Perjalanan ini menjadi pengingat, bahwa keberanian untuk bertahan sering kali lahir dari tanggung jawab yang lebih besar daripada diri sendiri.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menilai kisah seperti ini menjadi cerminan nyata dari semangat pemberdayaan PNM di tingkat akar rumput. 

“Kisah Ibu Anastasya menunjukkan bahwa di balik setiap usaha kecil, ada ketangguhan luar biasa. Ketika perempuan diberi akses dan pendampingan yang tepat, mereka tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menguatkan keluarga dan lingkungannya,” ujarnya. 

Cerita dari Manado ini menjadi satu dari banyak potret bagaimana ketekunan, kesempatan, dan keberanian dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan yang lebih baik, dan PNM memastikan untuk terus hadir mendampingi setiap perjalanan itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU