INDOZONE.ID - Position trading adalah strategi di mana trader menahan posisi dalam jangka waktu panjang, bisa beberapa minggu sampai beberapa bulan. Tujuannya bukan cari cuan dari gerakan harian, tapi memanfaatkan tren besar pasar.
Seorang position trader, biasanya nggak terlalu peduli dengan fluktuasi kecil atau naik-turun intraday. Fokusnya ada di arah besar pasar atau macro trend.
Misalnya, kalau ekonomi AS lagi kuat dan pasar saham lagi dalam tren naik, mereka akan beli saham-saham unggulan lalu menahannya selama tren itu masih valid.
Baca juga: 10 Tips Investasi Emas yang Aman, Cocok untuk Pemula
Strategi ini umumnya menggabungkan analisis teknikal dan fundamental sekaligus. Fundamental dipakai untuk lihat prospek jangka panjang, sementara teknikal membantu menentukan timing masuk dan keluar.
Timeframe yang Biasa Dipakai:
Position trader biasanya nggak cuma lihat satu grafik.
- Primary Trend (weekly chart): buat menentukan arah pasar utama
- Entry Timing (daily chart): buat cari momen masuk dan keluar yang pas
- Confirmation (monthly chart): kadang dipakai untuk memastikan tren jangka sangat panjang
Karena bermain jangka panjang, mereka nggak akan ribet memikirkan candle merah atau hijau tiap jam. Selama tren besarnya belum berubah signifikan, posisi tetap ditahan.
Strategi Position Trading yang Efektif
Biar nggak asal tahan saham, ini beberapa strategi yang biasa dipakai.
Baca juga: Mengenal RDN, Simak Fungsi dan Keamanannya dalam Investasi Saham
1. Gunakan Analisis Multi-Timeframe
Cek tren utama di chart mingguan, lalu pakai chart harian untuk entry. Cara ini bantu memastikan arah tren konsisten di berbagai timeframe.
2. Gunakan Indikator Tren
Indikator seperti Moving Average 50 dan 200, MACD, atau ADX bisa bantu memastikan tren masih kuat atau mulai melemah.
3. Gunakan Fundamental sebagai Dasar
Pilih saham dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil, hindari saham spekulatif yang pergerakannya terlalu agresif.
4. Disiplin Risk Management
Pasang stop loss di bawah area support utama. Kalau harga terus naik, level stop bisa ikut dinaikkan (trailing stop) agar profit tetap terjaga.
5. Manfaatkan Momentum Pullback
Entry sering kali lebih ideal saat harga pullback ringan ke area Moving Average 50 atau mendekati support setelah breakout.
6. Diversifikasi Portofolio
Jangan taruh semua modal di satu saham, tapi sebar ke beberapa sektor supaya risiko lebih terkontrol.
Baca juga: Apa Itu Likuiditas? Simak Jenis dan Cara Mengukurnya
Tips Sukses untuk Position Trader
Agar makin matang, ini beberapa hal yang perlu dijaga:
- Jangan gampang goyah karena fluktuasi harian
- Gunakan trailing stop agar profit bisa dikunci tanpa keluar terlalu cepat
- Evaluasi posisi cukup 1–2 kali seminggu, nggak perlu tiap jam
- Hindari overtrading, makin sedikit posisi biasanya makin mudah dikontrol
- Tetap update berita makro seperti suku bunga dan laporan kinerja perusahaan (earnings report)
Position trading itu cocok untuk yang sabar dan nggak mau terlalu reaktif. Strateginya lebih ikut arus tren besar, bukan kejar-kejaran pergerakan kecil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Heygotrade.com