INDOZONE.ID - Kalau bicara konglomerasi besar di Indonesia, nama Bakrie Group pasti ikut masuk dalam daftar.
Grup usaha ini memiliki lini bisnis yang luas banget, dari tambang sampai media. Buat yang lagi penasaran soal emiten-emiten Bakrie di Bursa Efek Indonesia (BEI), daftarnya ternyata cukup panjang dan tersebar di banyak sektor.
Sejarah Singkat Bisnis Bakrie Group
Sejak awal berdiri, Bakrie Group memang dikenal agresif masuk ke berbagai sektor strategis. Mulai dari energi, sumber daya alam, properti, telekomunikasi, media, sampai agrobisnis.
Strategi diversifikasi ini membuat portofolionya kelihatan stabil dan tidak bergantung pada satu sektor saja. Jadi, kalau satu sektor lagi lesu, masih ada sektor lain yang bisa menopang.
Baca juga: Merkantilisme: Sejarah, Ciri, Tokoh, dan Pengaruhnya Terhadap Sistem Ekonomi Modern
Daftar Emiten Bakrie Group di BEI
Berikut ini deretan perusahaan Bakrie Group yang tercatat di Bursa Efek Indonesia beserta gambaran singkat bisnisnya.
1. Bakrie & Brothers (BNBR)
BNBR termasuk pionir dalam portofolio Bakrie Group dan sudah tercatat sejak 1989. Bisnisnya cukup luas, dari manufaktur pipa baja dan bahan bangunan, jasa konstruksi, sampai energi dan telekomunikasi.
Perusahaan ini juga punya sejarah panjang di industri manufaktur sejak era 1950-an dan dikenal terlibat dalam proyek infrastruktur nasional.
2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Awalnya bergerak di sektor perhotelan dan pariwisata, BUMI kini fokus di pertambangan batu bara dan minyak bumi.
Berdiri sejak 1990, perusahaan ini jadi salah satu pemain besar di industri batu bara Indonesia dan membawahi sejumlah anak usaha tambang.
3. Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)
UNSP bergerak di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit dan karet. Selain produksi Crude Palm Oil (CPO), perusahaan ini juga mengelola pengolahan oleokimia dan karet alam. Sejak 1990, UNSP memperkuat posisi Bakrie di sektor agrobisnis terpadu.
4. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)
ELTY fokus di pengembangan properti terintegrasi, mulai dari perumahan, kawasan komersial, hotel, sampai taman hiburan.
Sejak IPO pada 1995, Bakrieland dikenal sebagai salah satu pengembang superblok besar di Indonesia.
5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
ENRG bergerak di sektor hulu migas, mencakup eksplorasi dan produksi minyak serta gas. Perusahaan ini beroperasi di Indonesia dan luar negeri, termasuk Mozambik. Sejak 2004, ENRG mengelola sejumlah blok migas strategis.
6. Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
BTEL fokus pada layanan telekomunikasi berbasis radio digital tetap. Jaringannya pernah menjangkau berbagai wilayah seperti Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan. Perusahaan ini menjadi bagian penting dari ekspansi Bakrie di sektor telekomunikasi.
Baca juga: Mengenal Swing Trading: Pengertian, Kelebihan, dan Risikonya
7. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
DEWA adalah perusahaan kontraktor pertambangan yang berdiri sejak 1996. Fokusnya pada jasa pendukung aktivitas pertambangan, dan sudah terlibat dalam berbagai proyek tambang besar di Indonesia.
8. Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
BRMS bergerak di pertambangan mineral seperti emas, tembaga, seng, timbal, dan bijih besi.
Operasinya tidak hanya di Indonesia, tapi juga menjangkau wilayah Afrika Barat. Perusahaan ini memperluas lini bisnis Bakrie di sektor mineral non-batu bara.
9. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA)
VIVA adalah perusahaan induk di bidang media. Berdiri pada 2005 dan melantai di BEI pada 2011, VIVA mengelola sejumlah entitas media dan beradaptasi dengan perkembangan digital.
10. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
MDIA bergerak di sektor media dan konten hiburan, termasuk program keluarga dan anak.
Dikenal publik pada 2014, perusahaan ini memperkuat posisi Bakrie di industri penyiaran dan konten.
11. Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE)
JGLE dikenal lewat pengelolaan taman hiburan seperti The Jungle Water Park dan Jungleland di Bogor. Selain hiburan, perusahaan ini juga mengembangkan properti terpadu di kawasan tersebut.
12. PT Ancara Logistic Indonesia Tbk (ALII)
Di awal 2024, Bakrie Group mengumumkan rencana IPO PT Ancara Logistic Indonesia Tbk, yang bergerak di jasa pengangkutan laut dan transhipment.
Perusahaan ini menawarkan sekitar 3,16 miliar saham atau setara 20 persen dari total modal. Dana hasil IPO direncanakan untuk belanja modal dan kebutuhan operasional, sebagai langkah memperkuat bisnis logistik.
Baca juga: Rekrutmen Besar-besaran Telah Dibuka, KKP Cari 3.000 Tenaga Kerja untuk Tambak Waingapu
Selain sektor-sektor tersebut, Bakrie Group juga mulai melirik energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan. Arah ini sejalan dengan tren transisi energi hijau yang semakin relevan secara global.
Melihat daftar emiten Bakrie Group di BEI, terlihat jelas kalau grup ini bermain di banyak lini sekaligus, dari tambang, energi, properti, media, sampai logistik.
Untuk investor, memahami peta bisnisnya jadi langkah penting sebelum memutuskan masuk ke salah satu emitennya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mstock.miraeasset.co