INDOZONE.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap badan usaha milik negara (BUMN), menyusul masih adanya jajaran direksi yang dinilai tidak bekerja sejalan dengan kepentingan negara dan rakyat.
Dalam peresmian Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Presiden menyampaikan dirinya telah memberi tugas khusus kepada Kepala Danantara dan sejumlah menteri terkait, untuk melakukan pembersihan di seluruh BUMN.
“Terlalu banyak pengalaman kita, direksi-direksi BUMN, saya katakan saja tidak baik. Saya beri tugas kepada Kepala Danantara dan beberapa menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN,” tegas Prabowo.
Baca juga: Apa itu BUMN? Berikut Jenis, Tujuan, dan Contoh Perusahaannya di Indonesia
Kepala Negara menyoroti praktik sejumlah BUMN yang tetap meminta bonus atau tantiem, meskipun perusahaan mengalami kerugian. Menurutnya, jabatan di BUMN adalah bentuk pengabdian kepada negara, bukan sarana mencari keuntungan pribadi.
“Banyak yang rugi, sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu, ‘ndablek’ menurut saya. Kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Banyak yang siap menggantikan,” ujarnya.
Prabowo juga menyinggung lemahnya kemauan dan masih adanya praktik tidak jujur di level manajemen sebagai salah satu penyebab terhambatnya swasembada energi. Ia menilai ada pihak-pihak di posisi strategis yang membohongi atasan, bahkan Presiden, demi kepentingan pribadi.
“Selama ini menurut saya tidak ada will. Banyak di posisi manajemen membohongi atasan, menipu atasan, menipu Presiden untuk mencari keuntungan pribadi. Sekarang harus hentikan seperti itu,” katanya.
Baca juga: Presiden Prabowo Izinkan WNA Pimpin BUMN, Ini Rencana Rasionalisasi 1000 BUMN
Presiden menegaskan kekayaan negara harus dikelola secara serius karena merupakan modal utama untuk memperkuat bangsa, menurunkan kemiskinan dan kelaparan, serta mendorong pengembangan industri dan teknologi di tengah persaingan global.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pendanaan dan tata kelola yang bersih dalam menjalankan program hilirisasi nasional. Dengan pengelolaan yang baik, Presiden optimistis agenda strategis tersebut dapat berjalan sesuai tujuan.
“Program hilirisasi kita membutuhkan uang. Tapi saya optimis dengan pengelolaan yang baik kita akan mampu mencapai tujuan hilirisasi itu,” pungkas Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA