Senin, 12 JANUARI 2026 • 14:40 WIB

Pemerintah Targetkan Ekspor Beras Tahun Ini, 1 Juta Ton Beras Premium Disiapkan

Author

Petugas memeriksa stok beras premium di gudang penyimpanan Bulog. (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)

INDOZONE.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan swasembada beras yang berhasil diraih Indonesia tahun 2025, akan dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.  Selanjutnya, pemerintah menarget dapat melakukan ekspor beras pada 2026, dengan menyiapkan satu juta ton beras premium.

Optimisme ini disampaikan usai Rapat Serap Gabah 2026 yang menyepakati target penyerapan 4 juta ton bersama Bulog, Bapanas, dan Kementan.

"Kemarin sudah diumumkan adalah swasembada pangan (komoditas beras) di 2025 dan itu kita pertahankan dan targetnya bukan hanya swasembada, tapi bisa ekspor. Insyaallah ke depan, hitung-hitungan di atas kertas, optimis kita bisa mencapai itu," kata Sudaryono di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Baca juga: Danantara dan PLN Gaspol Investasi, Indonesia Siap Swasembada Energi?

Produksi Naik, Stok Bulog 3,25 Juta Ton

Sudaryono menyebut semua persiapan 2026 on track, dengan koordinasi lintas instansi. Produksi nasional melonjak dari 30 juta ton (2024) menjadi 34,7 juta ton (2025). 

Sementara itu, stok Bulog pada awal 2026 ini mencapai 3,25 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus ekspor.

"Apa yang sudah berhasil di tahun 2025 itu kemudian bagaimana itu menjadi autopilot. Kemudian kita capai hal-hal yang baru di tahun 2026," tegasnya. 

Baca juga: Mentan Pastikan Indonesia Ekspor Beras pada 2026 usai Swasembada Terbukti

Menurutnya, kolaborasi di bawah komando Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman jadi kunci kebijakan terpadu dan responsif.

Bulog Siapkan 1 Juta Ton Premium untuk Ekspor

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengkonfirmasi kesiapan ekspor dengan stok 1 juta ton beras premium. 

"Bulog sudah menyiapkan 1 juta ton sesuai dengan arahan Bapak Mentan selaku Kepala Bapanas, kami stok 1 juta ton untuk ekspor nanti itu dengan kualitas premium," katanya usai Raker Nasional Evaluasi 2025 & Rencana 2026, Minggu (11/1).

"Mohon doa dan kita kolaborasi maksimal. Petani kita sejahtera, kita tidak impor, dan ini menjadi tonggak sejarah baru di era kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto," tutup Sudaryono.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU