Senin, 29 DESEMBER 2025 • 14:20 WIB

Distribusi BBM dan LPG di Lokasi Terdampak Bencana di Aceh Mulai Lancar, SPBU Diminta Buka 24 Jam

Author

Sejumlah pengendara terdampak bencana melangsir BBM jenis pertamax dan bio solar di Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, Bener Meriah, Aceh. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

INDOZONE.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah bersama PT Pertamina (Persero), terus menjaga kelancaran distribusi energi ke wilayah terdampak bencana, termasuk daerah di Provinsi Aceh yang sempat mengalami gangguan akses transportasi.

Bahlil mengatakan bahwa selama akses darat belum pulih, penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji (LPG), dilakukan melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter dan pesawat. Langkah tersebut diambil untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.

Seiring membaiknya kondisi infrastruktur, dalam tiga hingga empat hari terakhir, mobil tangki BBM dan LPG mulai kembali masuk secara bertahap ke wilayah yang sebelumnya terisolasi, seperti Takengon, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Baca juga: AHY Sebut Butuh Rp51 Triliun untuk Pemulihan Bencana di Sumatera

“Di Aceh Tamiang, dari tujuh SPBU yang sebelumnya tidak beroperasi, kini seluruhnya telah beroperasi normal,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, Menteri ESDM juga meminta Pertamina Patra Niaga mengoperasikan SPBU selama 24 jam di wilayah terdampak bencana, sebagaimana telah diterapkan di sejumlah daerah lain di Sumatera.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menegaskan ketersediaan BBM dan LPG nasional berada dalam kondisi aman menjelang pergantian tahun. 

Pasokan berbagai jenis BBM, mulai dari solar, gasoline RON 90, RON 92, hingga Pertamax Turbo, dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat. Stok LPG nasional juga tercatat berada di atas rata-rata normal.

Baca juga: Kementerian PU Kerahkan 402 Relawan untuk Penanganan Bencana di Sumatera

“Dengan kondisi stok tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG selama periode Natal dan Tahun Baru,” kata Bahlil.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan pasokan energi tetap aman dan merata, khususnya bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana, agar aktivitas ekonomi dan sosial dapat terus berjalan menjelang Tahun Baru 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU