INDOZONE.ID - Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PLN.
Kerja sama antara Danantara dan PLN untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
DIM akan menjajaki investasi di proyek pembangkit listrik EBT yang dikelola anak usaha PLN, yakni PLN Nusantara Renewables (PLN NR) dan PLN Indonesia Power Renewables (PLN IPR).
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan kerja sama ini bukan langkah jangka pendek. Fokusnya adalah membangun fondasi energi masa depan.
“Danantara Indonesia berkomitmen mendukung pembangunan energi masa depan Indonesia melalui investasi yang tidak hanya berfokus pada imbal hasil finansial, tetapi juga pada keberlanjutan bagi generasi mendatang,” ujar Pandu dalam pernyataannya yang diterima Indozone, Snein (22/12/2025).
Baca juga: Danantara Kerahkan 1.066 Relawan BUMN dan 109 Truk Bantu Pulihkan Sumatra
Ia menilai energi baru terbarukan sebagai sektor kunci untuk menciptakan sistem energi yang lebih sehat dan bersih.
Penandatanganan HoA ini disebut sebagai pintu awal untuk menjajaki kebutuhan investasi strategis berskala besar.
“Ini menjadi tonggak awal dalam memperkuat posisi Indonesia dalam swasembada energi, transformasi hijau, serta menyikapi kondisi perubahan iklim yang kita alami bersama,” lanjutnya.
Baca juga: PLN Cetak Rekor Pendapatan Tertinggi Capai Rp545 Triliun, Penjualan Listrik Tembus 306 TWh
Transisi Energi Butuh Kolaborasi
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menekankan bahwa transisi energi tidak bisa dilakukan sendirian. Dukungan pembiayaan dan kolaborasi lintas institusi jadi kunci.
“Transisi energi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat serta dukungan pembiayaan yang solid dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menyebut kehadiran Danantara Indonesia memperkuat langkah PLN. Ia berharap kerja sama ini bisa membuat proyek-proyek hijau dalam RUPTL bisa berjalan tepat waktu.
Investasi Rp600 Triliun
Dalam RUPTL, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit baru sebesar 70 GW. Sekitar 76 persen di antaranya berasal dari energi terbarukan.
Untuk tahap awal, proyeksi penambahan kapasitas sebesar 20 GW diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp600 triliun atau setara USD 36 miliar.
Menurut Pandu, peran Danantara tidak berhenti di pembiayaan. Institusi ini juga ingin terlibat aktif dalam mengatasi tantangan proyek di lapangan.
“Melalui peran Danantara Indonesia sebagai institusi investasi strategis, kami tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga membantu mengidentifikasi dan mengatasi berbagai tantangan pengembangan proyek,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Danantara