INDOZONE.ID - Upaya McDonald’s memanfaatkan kecerdasan buatan dalam kampanye iklan Natal justru berakhir kontroversial.
Alih-alih menuai pujian sebagai terobosan kreatif, iklan yang sepenuhnya dibuat dengan teknologi AI itu malah memicu gelombang kritik dari warganet dan akhirnya ditarik dari peredaran.
Iklan Natal tersebut menampilkan suasana liburan yang digambarkan penuh kekacauan.
Santa terjebak macet, orang-orang terpeleset di jalanan bersalju, hingga nuansa dingin yang jauh dari kesan hangat Natal.
Pesan yang ingin disampaikan adalah ajakan untuk “bersembunyi” di McDonald’s hingga masa liburan berakhir.
Namun, konsep itu justru dianggap menyimpang dari makna Natal yang identik dengan kebersamaan, kehangatan, dan empati.
Tak butuh waktu lama, kritik bermunculan di media sosial.
Banyak penonton menilai iklan Natal AI McDonald’s terasa kaku, dingin, dan minim sentuhan emosi manusia.
Penggunaan generative AI yang dominan disebut membuat visual iklan terlihat artifisial, bahkan dianggap merusak suasana perayaan akhir tahun.
Kolom komentar di berbagai platform dipenuhi protes, hingga akhirnya pihak McDonald’s memutuskan menonaktifkan komentar dan menarik iklan tersebut.
Baca juga: Peluang Bisnis Unik untuk Kepala Plontos di India, Disewakan untuk Iklan: Bayaranya Lumayan
Dalam pernyataannya, McDonald’s mengakui niat awal kampanye ini adalah menggambarkan sisi stres yang kerap muncul di musim liburan.
Namun, perusahaan menyadari bahwa bagi banyak orang, Natal tetap dipandang sebagai momen paling indah sepanjang tahun.
Respons publik yang negatif menjadi bahan evaluasi serius terkait penggunaan teknologi AI dalam strategi pemasaran ke depan.
Kasus ini pun memantik diskusi lebih luas soal peran AI dalam industri kreatif.
Meski teknologi dinilai efisien dan inovatif, banyak pihak menegaskan bahwa kreativitas, rasa, dan empati manusia masih sulit tergantikan.
Natal, bagi sebagian besar orang, bukan sekadar visual menarik, tetapi juga tentang emosi yang terasa nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Theguardian.com