Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 12:40 WIB

Dewan KEK Dorong Danantara Dukung Pembiayaan Pengembangan Kawasan di Indonesia Timur

Author

Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl RP Soeroso, Menteng, Jakarta. (ANTARA/Muhammad Heriyanto)

INDOZONE.ID - Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mendorong Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk ikut terlibat dalam pembiayaan berbagai proyek KEK di wilayah Indonesia timur. 

Upaya ini dinilai penting untuk mempercepat pertumbuhan kawasan yang selama ini masih terkendala oleh minimnya akses dan infrastruktur.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengungkapkan bahwa arahan Presiden menekankan perlunya dukungan khusus bagi KEK di kawasan timur.

Baca juga: Investor WTE Butuh Kepastian, Danantara Jelaskan Faktor Cashflow hingga Regulasi

Menurutnya, kehadiran Danantara dapat membantu mengatasi hambatan yang sering dihadapi investor, terutama terkait transportasi dan kesiapan infrastruktur.

Edwin menjelaskan bahwa meski gagasan ini sudah disampaikan Presiden, proses pembahasan teknis masih perlu dilakukan lebih dalam sebelum dapat diimplementasikan. 

“Itu mungkin masih perlu ada pembahasan yang lebih dalam lagi, karena kan kemarin baru ada arahan ya. Jadi ini perlu ada pembahasan lagi bersama-sama dengan Danantara, dan juga dari kementerian dan lembaga yang terkait,” ujarnya.

Baca juga: Tren Crypto Akhir 2025 Melonjak, Tokenisasi Saham Jadi Primadona Investor Digital

Saat ini pemerintah telah menetapkan 25 Kawasan Ekonomi Khusus, terdiri dari 13 kawasan industri, delapan kawasan pariwisata, tiga kawasan digital, dan satu kawasan lainnya. 

Tahun depan, jumlah tersebut diproyeksikan bertambah dengan rencana penetapan enam KEK baru, sehingga totalnya akan mencapai 31 kawasan.

Sebelumnya, Danantara memang diarahkan untuk memberikan dukungan pembiayaan terutama bagi KEK sektor manufaktur. Namun, peluang pengembangan di wilayah timur membuat peran lembaga tersebut dinilai semakin strategis.

Baca juga: Menkeu Ungkap Empat Modus Eksportir Hindari Bea Keluar, Negara Berpotensi Rugi Besar

Selain kawasan timur, Edwin juga menyoroti potensi besar di beberapa KEK lain, seperti KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kalimantan Timur. 

Kedua kawasan ini menjadi pusat hilirisasi kelapa sawit (CPO), termasuk produksi turunan seperti sabun dan berbagai produk berbahan baku CPO. Dengan dukungan Danantara, prospek pengembangan industri tersebut diyakini dapat meningkat signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU