INDOZONE.ID - Ketua Satgas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo mengungkap Presiden Prabowo Subianto telah memberi instruksi agar semua BUMN yang punya lahan, wajib menjalankan program perumahan sosial untuk mewujudkan hunian layak bagi masyarakat Indonesia.
"Setiap BUMN yang punya lahan diperintahkan, diperintahkan Presiden (Prabowo Subianto) untuk melaksanakan program perumahan sosial. Itu sudah perintah," kata Hashim dikutip Kamis (18/9/2025).
Ia menegaskan bahwa perintah Presiden merupakan mandat nyata untuk mendorong jutaan keluarga segera memiliki rumah terjangkau dan layak huni.
PT Kereta Api Indonesia menjadi BUMN pertama yang melaksanakan instruksi tersebut, menjadi contoh nyata komitmen pemerintah dalam penyediaan hunian sosial.
Hashim menyoroti, banyak BUMN lain seperti PT Pos Indonesia, Pertamina, hingga Radio Republik Indonesia, memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun rumah sosial bagi masyarakat yang belum punya hunian.
Pada kesempatan itu, Hashim menekankan program ini hanya diperuntukkan bagi rakyat Indonesia. Ia menegaskan, dirinya dan kalangan serupa tidak diperkenankan membeli unit, meski punya kemampuan finansial besar.
Baca juga: 23 Unit Perumahan ASN di Kota Gorontalo Rampung Dibangun
“Beliau (Presiden) minta saya juga sampaikan semua BUMN harus melaksanakan program perumahan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, itu sudah perintah," kata Hashim menegaskan.
Program perumahan sosial juga memberi kesempatan kepada Aparatur Sipil Negara di pusat maupun daerah, untuk memiliki rumah dengan harga terjangkau menyesuaikan gaji bulanan.
Menurut Hashim, langkah ini bukan hanya menjawab kebutuhan hunian, melainkan jalan bagi masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih layak sekaligus mendorong pemerataan pembangunan ekonomi nasional.
PT KAI bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta investor Qatar, Al Qilaa International Group, berkolaborasi membangun hunian vertikal sebagai bagian dari target 3 juta rumah.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyatakan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis mengoptimalkan aset lahan KAI dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).
Tahap awal pembangunan 50.000 unit hunian akan berdiri di lahan PT KAI di Kampung Bandan, Kemayoran, Jakarta, mendukung pembangunan nasional dan memperkuat hubungan investasi Indonesia dengan Qatar.
Baca juga: Menteri PKP Sebut BPJS Ketenagakerjaan Dukung Kebutuhan Perumahan Pekerja
Proyek ini akan menghadirkan hunian vertikal berupa smart towers terintegrasi, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti sekolah, taman bermain, ruang komunal, serta sistem hunian pintar untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Hashim menegaskan, pembangunan perumahan sosial adalah strategi mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.
“Kita sudah hitung, dengan program 3 jutaan lebih apartemen dan rumah-rumah di pedesaan ini bisa mendongkrak, bisa menambah laju ekonomi nasional sampai 1, 1,5 sampai 2,5 persen per tahun. Saya kira dengan perumahan, kita bisa mencapai dan bisa melampaui target 8 persen laju ekonomi yang kita harapkan selama ini," ujarnya.
Hashim juga menyebut, kehadiran hunian strategis di dekat transportasi massal seperti MRT dan kereta api dapat meningkatkan efisiensi hidup masyarakat, mengurangi waktu tempuh, sekaligus memperbaiki kualitas kehidupan sehari-hari.
"Indonesia bukan Indonesia gelap, Indonesia adalah Indonesia terang, dan salah satu program untuk membuat Indonesia terang adalah program perumahan sosial, dan kita mulai hari ini," ujar Hashim menekankan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA