Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 13:05 WIB

Mengenal Inflasi Lebih Dalam, Biang Kerok Penyebab Kenaikan Harga Barang dan Jasa

Author

Ilustrasi inflasi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasa bahwa uang Rp100.000 yang kamu miliki hari ini memiliki nilai yang berbeda dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu? 

Lantas mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata fenomena ini umum terjadi. 

Harga barang dan jasa memang selalu mengalami kenaikan, dan hal ini bukanlah kebetulan atau hasil dari kekompakan para penjual. Fenomena ini dikenal sebagai inflasi.

Baca juga: Pemerintah Habiskan Rp1.333 triliun untuk Warga Miskin Tahun 2025

Apa Itu Inflasi?

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. 

Ketika hanya satu atau dua barang saja yang naik harganya, hal tersebut belum bisa disebut sebagai inflasi, kecuali jika kenaikan harga tersebut berdampak pada kenaikan harga-harga lainnya. 

Inflasi mencerminkan berkurangnya daya beli uang, yang artinya semakin tinggi inflasi, semakin kecil jumlah barang dan jasa yang bisa dibeli dengan uang yang sama.

Baca juga: 4 Kesalahan Umum dalam Merencanakan Dana Pensiun dan Cara Menghindarinya

Faktor-Faktor Penyebab Inflasi

Inflasi bisa terjadi karena disebabkan oleh berbagai faktor, baik karena faktor dari dalam negeri maupun luar negeri. 

Dari sisi eksternal, ekonomi global memiliki pengaruh yang signifikan. Misalnya, penguatan mata uang negara maju sering kali melemahkan nilai tukar mata uang negara berkembang seperti Indonesia. 

Kondisi ini meningkatkan biaya impor, yang pada akhirnya mempengaruhi biaya produksi dalam negeri. 

Baca juga: 4 Alasan Jangan Menunda Investasi Rumah, Jangan Sampai Menyesal!

Inflasi juga bisa terjadi karena faktor internal, seperti peningkatan permintaan yang tak diimbangi dengan penawaran. 

Selain itu, kebijakan pemerintah seperti penetapan kenaikan harga BBM dapat mempengaruhi biaya produksi dan distribusi, yang pada gilirannya bisa menyebabkan inflasi.

Tidak hanya itu, ada faktor eksternal lainnya, seperti bencana alam atau cuaca yang tidak menentu juga dapat memicu inflasi. Misalnya, ketika banjir atau kekeringan menghambat distribusi bahan pangan. 

Harga barang-barang yang rentan dan memiliki volatilitas tinggi seperti bahan makanan, akan mengalami kenaikan inflasi.

Baca juga: Sri Mulyani: Pemanfaatan Pajak Sama seperti Wakaf dan Zakat

Peran Permintaan dan Penawaran dalam Inflasi

Permintaan yang tinggi terhadap barang dan jasa juga menjadi salah satu faktor utama penyebab inflasi. 

Contohnya, setiap kali menjelang hari-hari besar keagamaan atau hari peringatan seperti hari raya idul Fitri, Natal, atau bahkan Tahun Baru, maka permintaan barang akan meningkat drastis. Ketika permintaan melebihi penawaran, harga pun akan melonjak naik.

Sebaliknya, inflasi juga bisa dipicu oleh masalah di sisi penawaran. Keterbatasan pasokan barang dan jasa akibat gangguan distribusi atau kenaikan biaya produksi dapat menyebabkan harga-harga meningkat.

Baca juga: PNM Dorong Perempuan Prasejahtera Naik Kelas Lewat Mekaarpreneur

Bagaimana Mengendalikan Inflasi?

Mengendalikan inflasi bukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. 

Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter, memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga. Namun, upaya ini juga memerlukan dukungan dari pemerintah, lembaga-lembaga terkait, serta masyarakat luas.

Salah satu program yang dijalankan adalah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Program ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan stabilitas harga melalui berbagai inisiatif di daerah. 

Selain itu, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga inflasi. Dengan menerapkan perilaku belanja bijak dengan cara belanja sesuai kebutuhan dan menghindari panic buying(adalah ketika orang-orang membeli banyak barang secara berlebihan karena takut barang tersebut akan habis atau harganya akan naik. 

Baca juga: Kemnaker Siapkan 59 BLK untuk Dukung Program Sekolah Rakyat

Mengapa Penting Memahami Inflasi?

Memahami inflasi sangat penting karena fenomena ini berdampak langsung pada kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita memahami bagaimana inflasi bekerja dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya, kita dapat membuat keputusan ekonomi yang lebih baik. 

Misalnya dalam hal investasi, tabungan, atau bahkan dalam merencanakan pengeluaran rumah tangga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube Bank Indonesia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU