INDOZONE.ID - Terletak di lereng selatan Gunung Slamet, Desa Pulosari di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dikenal sebagai kawasan pertanian yang subur dan berhawa sejuk.
Ketinggiannya yang mencapai sekitar 750 meter di atas permukaan laut memberikan iklim ideal bagi berbagai jenis tanaman hortikultura, termasuk kopi.
Lingkungan alam yang mendukung ini menjadikan wilayah tersebut cocok untuk pengembangan pertanian berkelanjutan dan komoditas unggulan berbasis lokal.
Baca juga: Indonesia Tak Tinggalkan Barat Meski Resmi Gabung BRICS
Di tengah kawasan strategis tersebut berdiri Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) BHEGER, sebuah lembaga pelatihan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam peningkatan kapasitas petani lokal.
Secara resmi, P4S BHEGER telah mendapatkan pengakuan klasifikasi MADYA pada tahun 2011 dan meningkat menjadi KLASIFIKASI UTAMA pada tahun 2019, menandakan keberhasilan lembaga ini dalam menjalankan fungsi pelatihan dan pemberdayaan masyarakat tani secara konsisten dan berkualitas.
Selain fokus pada budidaya jagung, ternak, pupuk organik, dan biogas, P4S BHEGER juga mulai mengembangkan komoditas kopi sebagai bagian dari diversifikasi pertanian.
Dengan lahan seluas kurang lebih 2 hektare, kebun kopi ini bukan hanya menjadi bagian dari ekosistem pertanian, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai sumber ekonomi baru dan media edukasi bagi petani serta generasi muda desa.
Baca juga: Sejarah BNI, dari Tonggak Perbankan Nasional Masa Revolusi hingga Bank Modern
Pertanian terpadu yang diterapkan P4S BHEGER merupakan sistem berkelanjutan yang menghubungkan berbagai komponen usaha tani secara sinergis.
Dalam konteks ini, kopi ditanam menggunakan pupuk organik yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah peternakan sapi dan kambing.
Limbah tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai pupuk, tetapi juga diolah menjadi biogas sebagai sumber energi alternatif, menciptakan siklus pertanian yang efisien dan ramah lingkungan.
Kehadiran tanaman kopi juga memberikan kontribusi ekologis bagi sistem lahan yang dikelola secara terpadu.
Tanaman kopi mampu menjaga struktur tanah, mengurangi erosi di daerah lereng, serta menciptakan mikroklimat yang baik bagi tanaman lain yang dibudidayakan di sekitar lahan.
Baca juga: Agus H Widodo Terpilih sebagai Ketua Umum Asbanda Periode 2025-2029
Dengan begitu, kopi tidak hanya diposisikan sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai elemen ekologis dalam desain pertanian berkelanjutan.
Potensi edukatif kopi sangat luas. Petani dapat dikenalkan pada berbagai tahapan dalam rantai nilai kopi, mulai dari pemilihan bibit unggul, pemupukan organik, pengendalian hama terpadu, hingga pemetikan buah dan pengolahan pasca panen (seperti proses pengeringan, pengupasan, roasting, hingga pengemasan produk).
Inovasi lain yang dapat dikembangkan adalah pelatihan pembuatan produk turunan kopi, seperti kopi kemasan, minuman seduh instan, hingga produk kuliner berbasis kopi.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, P4S BHEGER juga dapat memperluas edukasi dalam bentuk penguatan kewirausahaan petani, terutama generasi muda.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Akibat Kekhawatiran Perang Dagang AS-Uni Eropa
Edukasi yang terintegrasi dengan konsep inovasi usaha akan membekali petani bukan hanya untuk menanam, tetapi juga memahami pasar, mengelola bisnis, dan membangun merek kopi lokal yang kuat.
Potensi P4S BHEGER tidak hanya terletak pada fungsi pelatihannya, tetapi juga pada lokasi strategis dan lingkungan alamnya yang sangat mendukung pengembangan agrowisata edukatif.
Terletak hanya beberapa ratus meter dari kebun teh Semugih, pusat olahraga, dan fasilitas umum lainnya, P4S BHEGER berada di jalur yang ideal untuk dijadikan destinasi wisata pertanian yang berkelanjutan. Salah satu daya tarik unggulan yang sedang dikembangkan adalah kebun kopi.
Lebih dari itu, P4S BHEGER memiliki infrastruktur yang mendukung pelaksanaan wisata edukatif, seperti ruang kelas audiovisual, saung diskusi, area praktik pertanian, dan ruang inap.
Baca juga: Ratusan Karyawan PNM Berprestasi Raih Apresiasi Wisata Umrah
Hal ini memungkinkan penyelenggaraan program fieldtrip edukatif atau live-in pertanian, di mana peserta tidak hanya berkunjung, tetapi juga belajar dan mengalami langsung kehidupan petani serta proses pengolahan kopi.
Pengembangan kopi sebagai bagian dari agrowisata juga membuka peluang baru dalam wisata rasa dan budaya. Setelah diajak melihat dan belajar, pengunjung dapat mencicipi kopi seduh lokal khas Pulosari, yang disajikan langsung oleh petani atau pengelola P4S.
Pengalaman ini tidak hanya membangun keterikatan emosional dengan produk, tetapi juga menjadi sarana promosi yang kuat bagi kopi lokal.
Di era digital, edukasi tentang pemasaran kopi juga dapat ditambahkan melalui pelatihan branding, desain kemasan, storytelling produk, hingga pemasaran online.
Langkah-langkah inovatif ini akan mendorong terbentuknya UMKM kopi berbasis desa yang mandiri dan mampu bersaing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung