Jumat, 18 JULI 2025 • 08:10 WIB

AS Tetapkan Tarif Impor 19 Persen untuk Produk Indonesia, Ini Tanggapan Kadin

Author

Kadin Sambut Tarif Impor 19 persen Indonesia-AS, Siap Genjot Ekspor Hingga Dua Kali Lipat 

INDOZONE.ID - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengapresiasi hasil negosiasi pemerintah dengan Amerika Serikat terkait tarif impor sebesar 19% untuk produk Indonesia

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan disambut baik oleh Anindya, yang akrab disapa Anin.

Menurut Anin, hasil negosiasi pemerintah Indonesia ini merupakan pencapaian penting, terutama jika dibandingkan dengan tarif yang dikenakan kepada negara lain. 

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Harga Komoditas Pangan

Ia menganggap bahwa ini ialah peluang besar untuk meningkatkan ekspor nasional, apalagi Indonesia sedang berada dalam posisi surplus perdagangan dengan AS.

“Pertama, selamat kepada pemerintah. Karena menurut saya, apa yang telah disepakati itu bagus untuk Indonesia,” ujar Anin, Rabu (16/07/2025).

Meskipun terdapat pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai mengapa tarif tersebut tidak bisa ditekan lebih rendah, Anin menjelaskan bahwa angka 19% masih tergolong ringan dalam konteks global. 

Ia menyebut tarif Indonesia lebih rendah dibanding Meksiko yang mencapai 35% dan China sebesar 30%.

Baca juga: Dirjen Pajak Tegaskan Pajak Online Tidak Berdampak pada Harga Barang

“Indonesia berdagang dengan Amerika (serikat) surplus 18 miliar dolar AS. Sehingga, pasti akan ada tarif. Tapi ini lebih bagus daripada yang dibicarakan sebelumnya 32%,” jelasnya.

Anin juga membandingkan dengan Inggris yang hanya terkena tarif 10%, tetapi justru mengalami defisit perdagangan dengan AS. Sebaliknya, Indonesia masih menunjukkan neraca perdagangan yang positif.

Dalam pandangan Kadin, kesepakatan ini bisa menjadi momentum untuk mendorong peningkatan signifikan dalam perdagangan bilateral. 

Baca juga: Bapanas Dorong Sinergi untuk Perkuat Kapasitas Pangan Daerah

Anin optimistis, nilai ekspor Indonesia ke AS dapat meningkat hingga dua kali lipat dalam waktu lima tahun.

“Kalau saya lihat, perdagangan yang tadinya 40 miliar dolar AS, dalam lima tahun bisa mencapai 80 miliar dolar AS. Kita mesti lihat bukan hanya untungnya buat mereka, tapi apa untungnya buat kita,” ungkapnya.

Kadin juga berencana menggelar pertemuan bersama para pelaku industri lokal dalam waktu dekat. 

Fokus utama pembahasan meliputi sektor-sektor strategis seperti tekstil, garmen, alas kaki, hingga elektronik.

Anin menekankan pentingnya kesiapan produksi agar peluang tersebut tidak diambil alih oleh negara lain yang biaya produksinya lebih tinggi.

Baca juga: Dampingi Dubes China Tinjau Sangiran dan 2 Pabrik di Sukoharjo, Respati: Solo Siap Jadi Hub Etalase Investasi Soloraya

“Jangan sampai kita (sudah) mendapatkan suatu kemudahan, tiba-tiba malah dimanfaatkan negara lain yang biayanya lebih mahal hanya karena kita tidak siap,” kata Anin.

Ia juga menyebutkan bahwa Kadin tengah menyusun strategi untuk mengevaluasi tiga aspek penting dari kesepakatan ini, yakni investasi yang dibutuhkan, potensi pertumbuhan perdagangan, serta jumlah tenaga kerja yang dapat diciptakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kadin.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU