Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 03 JUNI 2026 • 15:00 WIB

Menaikkan Pendapatan Nasabah dan Pemberdayaan Jadi Cara PNM Jauhkan Masyarakat dari Rentenir

Menaikkan Pendapatan Nasabah dan Pemberdayaan Jadi Cara PNM Jauhkan Masyarakat dari RentenirIlustrasi pengusaha ultra mikro yang menjadi nasabah PNM (Dok. PNM)

INDOZONE.ID - Bagi sebagian pengusaha ultra mikro, kebutuhan modal sering datang di waktu yang tidak bisa ditunda. Ada bahan baku yang harus dibeli, pesanan yang perlu dipenuhi, anak yang harus sekolah, atau kebutuhan rumah tangga yang mendesak.

Dalam situasi seperti itu, layanan pinjaman yang terlihat cepat dan mudah kerap menjadi pilihan pertama. 

Namun, di balik kemudahan tersebut, tidak sedikit masyarakat yang kemudian menghadapi beban baru karena pola pembayaran yang tidak ringan, kewajiban yang terus membayangi yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha.

Fenomena rentenir dan praktik pinjaman informal masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang belum sepenuhnya memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Bagi kelompok masyarakat yang belum bankable, keterbatasan dokumen, agunan, skala usaha, hingga literasi keuangan sering kali menjadi penghalang untuk mendapatkan pembiayaan yang aman dan terarah.

Akibatnya, pilihan yang dianggap cepat di awal justru dapat berubah menjadi persoalan yang menghambat perkembangan usaha.

Baca juga: PNM Dukung Integrasi Ekosistem UMKM melalui SAPA UMKM

Di tengah kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Mekaar hadir sebagai akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro. PNM Mekaar memberikan layanan pembiayaan tanpa agunan, berbasis kelompok, serta didampingi melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM).

Lebih dari sekadar modal, PNM juga menghadirkan pemberdayaan melalui pelatihan, pendampingan usaha, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan kapasitas usaha.

PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan dengan jaringan layanan yang menjangkau 58 kantor cabang dan 6.165 kecamatan di Indonesia. Sepanjang 2025, PNM juga telah melaksanakan pelatihan sebanyak 52.394 kali dengan jumlah peserta mencapai 1.853.170 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya dilakukan melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui proses pendampingan yang terus berjalan di tengah masyarakat.

Bagi nasabah, kehadiran PNM Mekaar menjadi ruang untuk belajar mengelola usaha sekaligus membangun kemandirian. Pertemuan kelompok tidak hanya menjadi tempat membayar angsuran, tetapi juga menjadi ruang saling mengingatkan, saling belajar, dan saling menjaga agar usaha tetap berjalan. Di sana, modal finansial bertemu dengan modal sosial. Ibu-ibu pengusaha tidak berjalan sendiri, karena ada pendampingan dan komunitas yang ikut menopang perjalanan mereka.

Indriana, nasabah PNM Mekaar asal Depok yang memiliki usaha gorengan, pernah menyampaikan pentingnya bagi para ibu untuk lebih bijak dalam memilih akses permodalan. Ia menilai PNM Mekaar bukan hanya memberikan modal usaha, tetapi juga pelatihan usaha serta ruang untuk memperluas pasar melalui Pertemuan Kelompok Mingguan.

Baca juga: PNM gelar Demo Day Mekaarpreneur 2026, Dorong UMKM Ultra Mikro Naik Kelas

“Ibu-ibu yang menjadi andalan ekonomi keluarga harus lebih pintar dalam mengelola usaha dan mendapatkan modal. Kalau saya pilih PNM Mekaar,” ujar Indriana.

Indriana juga menyebutkan bahwa menjadi nasabah PNM Mekaar memberinya manfaat lebih luas, bukan hanya dalam bentuk pembiayaan. Melalui Mekaar, ia merasakan adanya modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial yang membantunya mengembangkan usaha.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menaikkan Pendapatan Nasabah dan Pemberdayaan Jadi Cara PNM Jauhkan Masyarakat dari Rentenir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!