Ilustrasi Upah Terendah di Dunia. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kalau kamu merasa hidup lagi capek-capeknya, karena kerja bagai kuda tapi gaji terasa kayak siput, mungkin kamu perlu menyimak obrolan kita kali ini.
Belakangan ini, lagi ramai banget nih dibahas di media sosial, terutama setelah akun YouTube/The Utomos membagikan data yang cukup bikin kita semua tarik napas panjang.
Topik soal gaji atau upah minimum memang selalu jadi isu yang sensitif tapi sekaligus bikin penasaran, apalagi kalau kita sudah mulai membandingkan diri dengan negara tetangga atau standar global.
Kita semua tahu, kalau biaya hidup zaman sekarang makin nggak ngotak. Harga kopi susu literan naik, skincare langganan harganya makin selangit, belum lagi biaya paket data yang jadi kebutuhan primer buat scroll TikTok atau nonton streaming.
Di tengah gempuran inflasi yang bikin pusing tujuh keliling, ternyata ada fakta menarik sekaligus mengharukan, tentang posisi negara kita tercinta dalam kancah upah dunia.
Siapkan mental kamu, karena data dari Velocity Global tahun 2024 menunjukkan, realita yang mungkin bikin kamu makin rajin cari side hustle atau malah pengin peluk dompet erat-erat.
Baca juga: Disposable Income: Uang Nyata yang Bisa Dipakai, Bukan Sekadar Angka di Slip Gaji
Masuk peringkat sepuluh besar biasanya jadi kebanggaan, kalau kita bicara soal prestasi olahraga atau destinasi wisata tercantik.
Tapi kali ini, peringkat yang diraih Indonesia mungkin bukan jenis prestasi yang pengin kalian pajang di feed Instagram.
Ternyata, Indonesia resmi masuk dalam jajaran sepuluh besar negara dengan upah terendah di dunia.
Berdasarkan data terbaru, kita nangkring di posisi ke-10. Rasanya seperti lagi dapet kejutan ulang tahun tapi isinya cuma zonk ya?
Melihat data ini, nggak heran kalau banyak dari kita yang merasa gaji cuma mampir lewat doang, seperti mantan yang tiba-tiba chat tanya kabar.
Meskipun secara ekonomi makro negara kita dibilang bertumbuh, tapi kalau dilihat dari kacamata upah minimum, kita masih harus banyak berjuang.
Posisi ke-10 ini menunjukkan, kalau perjuangan para pekerja di Indonesia untuk mendapatkan standar hidup yang layak masih sangat panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube