Bendera negara Uni Emirat Arab. (Freepik/MrDm)
INDOZONE.ID - Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari OPEC langsung menyita perhatian pasar global.
Langkah ini dinilai bisa memicu perubahan besar pada peta energi dunia, terutama di tengah memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Situasi semakin rumit karena ketegangan antara Iran dan Israel ikut menekan jalur distribusi energi global. Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute penting pengiriman minyak dunia, sempat terdampak dan membuat harga minyak mentah Brent menembus US$111 per barel.
Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, kondisi ini berpotensi memicu kenaikan biaya logistik, harga bahan bakar, hingga tekanan terhadap sektor industri yang bergantung pada impor.
Baca juga: Satgas PASTI Hentikan 951 Pinjol Ilegal, Ini Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai
Keluarnya UEA disebut mencerminkan adanya perbedaan pandangan di antara negara anggota OPEC terkait kuota produksi minyak.
Selama ini, OPEC dikenal sebagai kelompok negara produsen minyak yang berupaya menjaga keseimbangan harga lewat pembatasan produksi.
Namun, tidak semua anggota selalu sepakat. Beberapa negara ingin meningkatkan produksi demi pendapatan nasional, sementara yang lain memilih menjaga pasokan tetap ketat agar harga tetap tinggi.
Keluarannya UEA dari OPEC berpotensi memicu volatilitas harga minyak dunia. Sebab, pasar akan menilai ada kemungkinan negara tersebut meningkatkan produksi tanpa harus mengikuti kuota kelompok.
Jika produksi bertambah, harga minyak bisa turun. Namun jika konflik kawasan terus memanas dan distribusi terganggu, harga justru bisa naik lebih tinggi.
Artinya, harga minyak ke depan berpotensi bergerak agresif karena dipengaruhi banyak faktor.
Baca juga: Prabowo: Hilirisasi Jadi Kunci Indonesia Menuju Kemandirian Energi dan Ekonomi
Meski terjadi jauh di Timur Tengah, efeknya bisa terasa sampai Indonesia. Beberapa dampak yang mungkin muncul antara lain:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Asiacommerce.id