Ilustrasi Kebutuhan Tersier. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Manusia itu unik karena kebutuhannya nggak cuma satu atau dua, tapi berlapis-lapis.
Ada yang harus dipenuhi supaya bisa hidup, ada yang buat nyaman, dan ada yang bikin hidup terasa lebih seru dan bergengsi.
Nah, pembahasan kali ini fokus ke kebutuhan tersier, alias kebutuhan mewah yang biasanya baru muncul setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.
Yuk, kita kulik lebih dalam supaya nggak salah kaprah soal prioritas hidup dan gaya hidup kekinian dilansir dari YouTube @Eduraya Teknologi selengkapnya!
Baca juga: Kenalan dengan Kebutuhan Primer: Pondasi Hidup dan Ekonomi Sehari-hari
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia akan barang atau layanan mewah yang sifatnya tidak wajib, tapi bisa meningkatkan kualitas hidup, status sosial, atau sekadar kepuasan pribadi.
Kalau kebutuhan primer itu mutlak untuk bertahan hidup dan kebutuhan sekunder untuk kenyamanan, kebutuhan tersier muncul untuk kesenangan ekstra.
Misalnya, liburan ke luar negeri, mobil sport, atau perhiasan mahal, termasuk kategori tersier karena tidak dibutuhkan untuk hidup sehari-hari, tapi membuat hidup terasa lebih “wah”.
Kalau mau lebih konkret, kita bisa lihat beberapa contoh kebutuhan tersier yang sering ditemui di kehidupan sehari-hari:
Penting untuk memahami perbedaan ketiga kebutuhan ini supaya nggak salah prioritas:
Kebutuhan primer adalah yang wajib dipenuhi supaya manusia bisa hidup, seperti pangan, sandang, dan papan. Tanpa ini, hidup kita akan terganggu.
Kebutuhan sekunder muncul setelah primer terpenuhi, berfungsi sebagai pelengkap dan penunjang kenyamanan, misalnya alat transportasi, perabot rumah, atau alat elektronik dasar.
Kebutuhan tersier muncul terakhir, sifatnya mewah dan relatif bagi setiap orang. Contohnya liburan, perhiasan, mobil mahal, dan gadget premium.
Baca juga: Mengenal Kebutuhan Sekunder: Bukan Cuma Tambahan, tapi Penting Buat Hidup Lebih Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube