Ilustrasi Hukum Permintaan dan Penawaran. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu heran kenapa harga gula, kopi, atau bakso bisa beda-beda tiap tempat dan tiap waktu?
Atau kenapa pas lagi viral, harga suatu barang tiba-tiba naik, tapi begitu sepi peminat langsung banting harga?
Semua fenomena itu sebenarnya bisa dijelasin lewat satu konsep dasar dalam ilmu ekonomi, yaitu hukum permintaan dan penawaran.
Lewat konten edukatif dari YouTube @Eduraya Teknologi, konsep hukum permintaan dijelaskan dengan cara yang sederhana, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan nggak bikin kening berkerut.
Mulai dari aktivitas belanja di pasar sampai cerita jualan kopi kekinian, semuanya jadi contoh nyata gimana hukum ekonomi bekerja di sekitar kita.
Baca juga: Investasi Jangka Pendek: Cara Cerdas Muterin Uang Buat yang Gak Suka Nunggu Lama
Dalam ilmu ekonomi, permintaan atau demand adalah keinginan konsumen untuk mendapatkan sejumlah barang atau jasa pada tingkat harga tertentu dan dalam waktu tertentu.
Kata kuncinya ada pada keinginan dan kemampuan membeli. Jadi, meskipun seseorang pengin banget beli sesuatu, tapi kalau nggak punya daya beli, permintaan itu dianggap belum ada.
Permintaan ini selalu berubah-ubah. Bisa naik, bisa turun, tergantung banyak faktor. Karena itu, permintaan nggak pernah bisa dilepas dari kondisi pasar, tren, dan situasi ekonomi masyarakat.
Kalau permintaan datang dari konsumen, penawaran atau supply datang dari produsen. Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang siap dijual produsen pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu.
Produsen biasanya akan mempertimbangkan biaya produksi, ketersediaan bahan baku, tenaga kerja, dan target keuntungan sebelum menentukan berapa banyak barang yang mau mereka tawarkan ke pasar.
Hukum permintaan menjelaskan hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta konsumen.
Intinya simpel, semakin mahal harga suatu barang, maka semakin sedikit jumlah barang yang diminta. Sebaliknya, kalau harga makin murah, permintaan biasanya akan meningkat.
Contohnya gampang banget. Saat harga kopi di kedai favorit masih murah, banyak orang rela antre.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube