Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 28 JANUARI 2026 • 12:28 WIB

PNM Buktikan Pemberdayaan Buka Jalan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

PNM Buktikan Pemberdayaan Buka Jalan Kesejahteraan Masyarakat PesisirPNM buktikan pemberdayaan buka jalan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Pers rilis)

INDOZONE.ID – Lahir dari keluarga sederhana di pesisir, Tika Wulandari tumbuh dengan cerita hidup yang tak pernah jauh dari perjuangan. 

Ayahnya seorang nelayan yang kerap pulang tanpa membawa hasil. Ibunya, Siti Wartika, membesarkannya dengan kesabaran dan keyakinan, bahwa hidup yang serba terbatas bukan alasan untuk berhenti bersyukur.

Tika terbiasa hidup prihatin sejak kecil, tapi orang tuanya mengajarkan bahwa nikmat keluarga yang sehat dan tempat berteduh, sekecil apa pun, adalah karunia yang patut dijaga.

Sejak kelas 4 SD hingga lulus SMP, sepulang sekolah Tika membantu tetangga yang mengolah pindang ikan demi menambah uang saku dan biaya makan. 

Baca juga: PNM Dorong Pemberdayaan Program ULaMM untuk Menguatkan UMKM

Meski serba terbatas, pendidikan agama tetap menjadi prioritas orang tuanya. Bahkan, setelah lulus SMP, Tika tetap disekolahkan di SMK pesantren hingga selesai.

Ujian datang ketika Tika duduk di bangku SMK kelas XI. Angin laut yang kencang membuat ayahnya melaut berhari-hari tanpa hasil. Beras di gentong habis, ibunya menangis, tapi tetap tersenyum. 

“Tidak apa-apa, yang penting Bapak selamat,” ujar sang ibu kala itu. 

Momen tersebut menjadi titik balik tekad Tika untuk membantu keluarganya. Lulus SMK, Tika memilih tidak melanjutkan kuliah demi meringankan beban orang tua dan adiknya yang masih kecil. 

Ia mencari pekerjaan apa pun yang halal, hingga akhirnya pada 2019, ia diterima sebagai Account Officer (AO) Mekaar Panarukan di PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Menjalani peran sebagai AO bukan perkara mudah. Bagi Tika, pekerjaannya terasa mulia. Ia memandang setiap nasabah seperti ibunya sendiri, perempuan-perempuan tangguh yang berjuang demi keluarga. 

Meski sempat mendapat kekhawatiran dari ayahnya karena harus bekerja di lapangan, doa orang tua mengantarkannya pada kesempatan baru. Tika mengikuti seleksi dan lolos menjadi FAO Bungatan, bekerja di kantor seperti harapan ayahnya.

Baca juga: Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Jadi Ciri Khas PNM di Industri Keuangan

Dari gaji pertamanya, Tika mampu membeli kendaraan sendiri. Perlahan, ia bisa menabung setiap bulan yang ia berikan kepada ibunya, hingga akhirnya keluarganya mampu membeli sapi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

PNM Buktikan Pemberdayaan Buka Jalan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!