INDOZONE.ID - Temuan minyak di Sumur Mustang Hitam (MTH)-001 menjadi sinyal positif bagi masa depan pengembangan Blok Rokan.
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengonfirmasi keberadaan hidrokarbon dari hasil uji produksi, yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui intervensi sumur dan evaluasi lapisan tambahan.
Vice President Exploration PHR Regional 1, Suprayitno Adhi Nugroho menyampaikan temuan ini setelah pihaknya melakukan evaluasi pada fase uji produksi (production test) hingga menunjukkan keberadaan hidrokarbon. Hal ini ini memberikan sinyal positif terhadap potensi pengembangan lanjutan di wilayah Central Sumatera Basin.
Baca juga: Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru dengan Potensi 3.442 Barel
“Sumur MTH-001 telah mengonfirmasi keberadaan hidrokarbon pada Formasi Menggala dan Formasi Pematang URB. Meskipun laju produksi awal masih tergolong rendah, 'discovery' ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui intervensi sumur serta evaluasi interval lain yang belum diuji," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Jumat (16/1/2026).
Sebelum konfirmasi keberadaan hidrokarbon, rangkaian kegiatan telah dilakukan untuk menganalisis operasi pengeboran. Sumur eksplorasi MTH-001 mulai dibor pada 4 September 2025 menggunakan Rig PDSI 52.3 berkapasitas 750 HP dan mencapai kedalaman akhir 6.464 ftMD (feet Measured Depth) / 6.351,5 ftTVDSS (feet True Vertical Depth Sub Sea) pada 26 September 2025.
Secara geologi, sumur ini berada di Cekungan South Aman Trough, Central Sumatera Basin, salah satu cekungan migas produktif di Indonesia.
Setelah pengeboran selesai, kegiatan dilanjutkan ke fase uji produksi yang dilakukan menggunakan Rig BMS-007, yang dilaksanakan pada periode 5 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Dari hasil pengujian tersebut membuktikan potensi kandungan sumberdaya minyak potensial dari play baru perangkap stratigrafi pada Formasi Pematang URB dan Formasi Menggala di South Aman Trough.
Dari hasil uji produksi Sumur MTH-001 terdapat peluang untuk meningkatkan produksi melalui pengembangan lanjutan, sekaligus menunjukkan bahwa eksplorasi di wilayah kerja mature dengan membangun cara pandang baru dan ekstraksi data optimal masih memberikan hasil yang cukup menjanjikan.
Seperti yang dikeathui, Formasi Pematang URB merupakan lapisan batuan tua penghasil migas, sementara Formasi Menggala merupakan lapisan batuan pasir (sandstone) yang menjadi reservoir minyak utama. Keduanya berada di Cekungan Sumatra Tengah (Central Sumatera Basin) di Blok Rokan.
Saat ini PHR masih terus melakukan kajian komprehensif terhadap potensi sumberdaya - cadangan dan skema pengembangan.
Estimasi besaran sumberdaya - cadangan dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh data subsurface dan hasil uji.
Baca juga: Kilang Minyak Terbesar Indonesia Diresmikan Hari Ini, Ini yang Perlu Kamu Tau Soal RDMP Balikpapan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara