Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 19:20 WIB

Fenomena 'Putus Asa Cari Kerja' di Indonesia Meningkat, Dua Langkah Ini Bisa Jadi Solusinya

Fenomena Putus Asa Cari Kerja di Indonesia Meningkat, Dua Langkah Ini Bisa Jadi SolusinyaPencari kerja mengisi biodata pada Jakarta Job Festival 2025 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (13/11/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

INDOZONE.ID – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menemukan adanya peningkatan jumlah masyarakat yang putus asa mencari kerja di Indonesia.

Meskipun angkanya tergolong kecil dan tidak signifikan mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), temuan ini dinilai sebagai sinyal adanya masalah struktural yang lebih serius dalam pasar kerja nasional.

Dalam kajian terbarunya, Labor Market Brief edisi November 2025, tim ekonom LPEM FEB UI mengungkapkan, jumlah penduduk yang tidak bekerja dan tidak mencari kerja karena alasan putus asa telah naik 11% dari 1,68 juta orang pada Februari 2024 menjadi 1,85 juta orang per Februari 2025.

Baca juga: 3 Ide Kerja Receh tapi Cuan Gila, Bisa Raup Puluhan Juta!

"Lonjakan belasan persen dalam satu tahun menunjukkan bahwa ada segmen penduduk yang bergeser dari posisi 'mencari kerja' menjadi 'menyerah', yang berarti kehilangan kepercayaan terhadap peluang pasar kerja yang tersedia," tulis tim ekonom LPEM FEB.

Mereka juga menekankan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap remeh.

"Dengan kata lain, angka yang kecil bukan berarti persoalannya sepele. Di banyak negara, lonjakan kecil dalam kelompok ini sering mendahului stagnasi partisipasi kerja atau naiknya informalitas, terutama ketika kelompok rentan merasa peluang yang tersedia tidak realistis untuk dicapai," dikutip dari laporan tersebut.

Mayoritas Berpendidikan Rendah dan Usia Menengah

Fenomena Putus Asa Cari Kerja di Indonesia Meningkat, Dua Langkah Ini Bisa Jadi SolusinyaPencari kerja mencari informasi di salah satu stan perusahaan pada pameran bursa kerja di Kiara Artha Park, Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/11/2025). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Kenaikan angka putus asa ini konsisten dengan temuan Bank Dunia tentang sulitnya mencari pekerjaan berkualitas dan lemahnya sistem informasi pasar kerja di Indonesia.

Temuan LPEM FEB UI menunjukkan bahwa kelompok yang paling terdampak adalah:

Berdasarkan Pendidikan: Lebih dari separuh (50,07%) berasal dari penduduk dengan pendidikan SD atau tidak tamat SD.

Baca juga: Wamenaker: Magang Nasional Jadi Jembatan Emas Menuju Kerja yang Sesungguhnya

"Angka ini menandakan bahwa hambatan struktural yang dialami kelompok berpendidikan rendah jauh lebih dalam daripada sekadar kurangnya lowongan. Mereka menghadapi kombinasi keterbatasan kemampuan dasar," ungkap tim ekonom LPEM FEB UI.

Berdasarkan Generasi: Generasi X dan kelompok usia lebih tua menjadi penyumbang terbesar (38,17%), diikuti Generasi Milenial (24,56%) dan Generasi Z (24,09%).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Universitas Indonesia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fenomena 'Putus Asa Cari Kerja' di Indonesia Meningkat, Dua Langkah Ini Bisa Jadi Solusinya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!