Ilustrasi investasi. (Freepik/kuprevich)
INDOZONE.ID - Untuk menambah passive income jangka panjang, investasi menjadi pilihan yang menarik. Namun, di balik potensi keuntungan besar, ada risiko yang perlu diwaspadai: investasi bodong.
Skema investasi bodong biasanya terlihat menjanjikan di awal, tetapi sering kali hanya jebakan penipuan. Akibatnya, uang yang diinvestasikan bisa hilang tanpa jejak.
Salah satu contohnya adalah skema ponzi, di mana uang dari investor baru digunakan untuk membayar keuntungan investor lama.
Baca juga: Waspada Investasi Bodong: Ini Ciri-ciri dan Cara Menghindarinya
Investasi adalah kegiatan menanamkan modal sehingga menjadi aset berharga dengan tujuan memperoleh keuntungan jangka panjang.
Sementara itu, investasi bodong adalah bentuk penipuan berkedok investasi. Modusnya biasanya menawarkan proses mudah, cepat, serta janji keuntungan besar yang tidak masuk akal.
Di era digital, skema seperti ini semakin mudah tersebar lewat internet. Penawaran yang terlihat meyakinkan, proses yang sederhana, dan iming-iming keuntungan tinggi menjadi daya tarik utamanya. Inilah pentingnya literasi finansial agar masyarakat lebih waspada.
Baca juga: Tips Investasi yang Cerdas: Jangan Cuma Ikut-ikutan!
Setelah mengenali ciri-cirinya, berikut langkah untuk melindungi diri:
Dengan memahami ciri-ciri dan langkah pencegahan, calon investor bisa berinvestasi dengan lebih aman, tenang, dan terhindar dari kerugian yang tidak diinginkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Banksaqu.co.id