INDOZONE.ID - Bagi kamu yang baru mulai investasi saham, istilah likuiditas wajib untuk dipahami. Karena, faktor ini berpengaruh besar terhadap mudah atau tidaknya saham dijual saat dibutuhkan.
Jangan sampai sudah beli saham, tapi malah susah dijual karena sepi peminat. Agar tidak salah pilih, berikut penjelasan saham likuid lengkap dengan ciri-ciri dan risikonya.
Baca juga: Apa Itu Double Bottom Pattern? Ini Ciri-Ciri dan Cara Menggunakannya
Apa Itu Likuiditas?
Secara sederhana, likuiditas adalah kemampuan suatu aset untuk cepat dicairkan menjadi uang tunai tanpa membuat harganya turun drastis.
Contoh paling mudah tentu uang tunai, karena bisa langsung dipakai kapan saja. Berbeda dengan aset seperti rumah atau tanah yang biasanya butuh waktu lebih lama untuk dijual.
Apa Itu Likuiditas Saham?
Likuiditas saham adalah seberapa mudah suatu saham diperjualbelikan di pasar tanpa membuat harga berubah terlalu ekstrem.
Jika sahamnya likuid, investor biasanya lebih mudah beli maupun jual karena transaksi terjadi cukup ramai setiap hari.
Selain itu, saham likuid juga cenderung memiliki selisih harga beli dan jual yang tipis, sehingga transaksi terasa lebih cepat dan efisien.
Baca juga: 6 Saham AI yang Diam-Diam Melejit di 2026, Lagi Jadi Rebutan Investor!
Ciri-ciri Saham Likuid
Berikut beberapa tanda saham yang tergolong likuid dan sering jadi incaran investor.
1. Antrian Beli dan Jual Ramai
Saham yang likuid biasanya memiliki banyak antrian beli dan jual di market. Artinya, minat investor terhadap saham tersebut cukup tinggi.
Jadi saat kamu ingin jual atau beli saham, prosesnya cenderung lebih mudah dan cepat.
2. Volume Transaksi Besar
Ciri lain saham likuid adalah volume transaksinya aktif setiap hari. Semakin besar volume transaksi, semakin tinggi juga peluang saham itu mudah diperdagangkan tanpa harus menunggu lama.
Biasanya saham-saham besar atau blue chip memiliki aktivitas transaksi yang cukup ramai.
3. Harga Cenderung Lebih Stabil
Karena banyak diperdagangkan, pergerakan harga saham likuid umumnya lebih stabil. Harga memang tetap bisa naik turun, tapi biasanya tidak terlalu ekstrem hanya karena satu transaksi besar.
Kondisi ini membuat investor lebih nyaman saat melakukan jual beli saham.
Baca juga: Apa Itu Underwriter Saham? Kenali Manfaat dan Peran Pentingnya
Risiko Saham Tidak Likuid
Selain mengenali saham yang likuid, investor juga perlu tahu risiko saham yang sepi transaksi.
1. Susah Dijual
Salah satu risiko paling sering terjadi adalah saham jadi susah dijual karena minim pembeli. Saat butuh dana cepat, investor kadang terpaksa menurunkan harga agar sahamnya segera laku.
2. Harga Bisa Turun Drastis
Karena transaksi jarang terjadi, satu aksi jual besar saja bisa langsung bikin harga anjlok. Ini yang membuat saham tidak likuid cenderung lebih berisiko untuk investor pemula.
3. Selisih Harga Beli dan Jual Lebar
Saham yang sepi peminat biasanya memiliki spread atau selisih harga bid dan offer yang cukup jauh. Akibatnya, investor bisa membeli di harga lebih mahal dan menjual di harga lebih rendah.
Jangan Asal Pilih Saham
Memahami likuiditas saham penting agar kamu tidak terjebak membeli saham yang sulit dijual kembali.
Baca juga: Daftar Bunga Deposito Tertinggi dengan Jaminan LPS, Mana yang Paling Untung?
Selain melihat potensi keuntungan, perhatikan juga seberapa aktif saham tersebut diperdagangkan di pasar. Dengan begitu, aktivitas investasi bisa terasa lebih aman dan nyaman untuk jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mandiri Sekuritas