Ilustrasi Apa Itu Startup? (Freepik)
INDOZONE.ID - Di era digital sekarang, kata startup udah sering banget kita dengar. Mulai dari aplikasi ojek online, marketplace, fintech, sampai platform edukasi digital. Tapi sebenarnya, apa itu startup? Apakah semua bisnis baru otomatis disebut startup?
Pertanyaan ini sering muncul, apalagi buat anak muda yang mulai tertarik dunia bisnis teknologi.
Banyak yang mengira startup cuma istilah keren buat bisnis baru. Padahal, konsepnya jauh lebih spesifik dari itu.
Penjelasan tentang startup juga banyak dibahas di berbagai konten edukasi bisnis, salah satunya di channel/Raw Startup di platform YouTube yang membahas secara detail perbedaan startup dan bisnis biasa, termasuk karakteristik utama yang bikin startup itu unik.
Nah, biar kamu makin paham dunia perusahaan rintisan yang sering disebut-sebut sebagai “game changer” ekonomi modern, yuk bahas lengkap dari pengertian, ciri-ciri, pendanaan, sampai contoh startup sukses.
Baca juga: 17 Ide Nama Perusahaan Desain Aesthetic yang Anti Mainstream
Startup adalah perusahaan rintisan yang dibangun untuk mengembangkan produk atau layanan inovatif, biasanya berbasis teknologi, dengan tujuan tumbuh sangat cepat dan menjangkau pasar besar.
Jadi, startup bukan sekadar bisnis baru. Banyak bisnis baru yang sifatnya lokal, stabil, dan bertumbuh pelan. Itu bukan startup.
Startup biasanya punya target pertumbuhan ekstrem, bahkan global. Mereka rela merugi di awal demi membangun produk, menarik pengguna, dan menguasai pasar.
Perbedaan paling mencolok ada pada cara tumbuh dan strategi keuangan. Bisnis tradisional biasanya ingin cepat untung. Modal dikeluarkan, lalu diharapkan segera balik modal dan menghasilkan profit stabil.
Startup justru kebalikannya. Mereka siap rugi besar di awal. Kenapa? Karena fokus utama mereka adalah pertumbuhan pengguna dan penguasaan pasar dulu, baru profit belakangan.
Makanya, perjalanan startup sering diawali fase yang disebut Lembah Kematian atau Valley of Death, yaitu masa ketika pengeluaran besar tapi pemasukan belum stabil. Banyak startup gagal di fase ini.
Ada beberapa ciri utama yang bikin startup berbeda dari bisnis biasa, yaitu:
Startup sering mengumpulkan dana besar dari investor. Dana ini digunakan untuk membangun teknologi, tim, dan produk sebelum menghasilkan uang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube