INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu denger berita heboh soal tokoh besar kayak Pak Sandiaga Uno yang dapet kucuran dana segar sekitar 328 miliar rupiah di pertengahan Juli 2020 lalu.
Atau sosok investor legendaris Lo Kheng Hong yang dapet jatah 16,4 miliar cuma dari kepemilikan sahamnya di Petrosea.
Gila banget kan angkanya. Uang segede itu dapetnya bukan dari jualan saham pas harganya lagi naik aja, tapi dari yang namanya dividen.
Bayangin, dividennya aja sudah setara sama angka korupsi yang pernah bikin heboh negara kita.
Tapi pertanyaannya, kamu sendiri sebenarnya sudah paham belum sih apa itu dividen dan kenapa orang-orang kaya di bursa saham bisa dapet uang sebanyak itu tanpa harus ribet jualan aset mereka.
Di artikel kali ini, kita bakal kupas tuntas soal jatah keuntungan perusahaan dan istilah penting lainnya biar kamu nggak cuma jadi penonton di pasar modal.
Dilansir dari YouTube @Saham dari Nol, yuk kita pelajari cara dapet cuan yang lebih santai tapi pasti!
Baca juga: Cara Menyiapkan Masa Pensiun Anti Ribet dengan Investasi Saham Blue Chip
Mengenal Konsep Dasar Dividen bagi Pemula
Banyak orang yang baru masuk ke dunia saham biasanya cuma fokus sama selisih harga beli dan jual yang sering disebut capital gain.
Padahal, ada cara lain buat dapet keuntungan yaitu lewat dividen. Biar gampang, kita pake analogi bisnis bakso ya.
Bayangin ada perusahaan Bakso A yang kepemilikannya dipecah jadi 10 lembar saham. Kalau kamu punya 2 lembar, berarti kamu punya jatah 20 persen dari bisnis itu.
Nah, setelah setahun jualan dan untung bersih 10 juta rupiah, kamu sebagai pemilik 20 persen saham berhak dapet jatah 2 juta rupiah.
Uang jatah inilah yang disebut dividen. Jadi intinya, dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham sesuai dengan seberapa banyak lembar yang kamu punya.
Makin banyak saham yang kamu koleksi, makin gede juga jatah uang jajan yang bakal masuk ke kantong kamu.
Apa itu Dividend Payout Ratio yang Sering Disebut Analis?
Mungkin kamu mikir, kalau untung 10 juta kenapa nggak dibagikan semuanya aja ke pemegang saham.
Di sinilah muncul istilah Dividend Payout Ratio atau DPR. Perusahaan itu butuh modal buat terus tumbuh.
Kalau semua untungnya dibagiin, nanti perusahaannya jalan di tempat alias stagnan. Makanya, perusahaan biasanya bagi dua jatah labanya yaitu sebagian buat pemegang saham, sebagian lagi ditahan perusahaan buat nambah modal seperti beli gerobak baru atau nambah cabang.
Keputusan berapa persen yang bakal dibagiin ini biasanya diambil lewat Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS.
Kalau disepakati 40 persen laba dibagikan, maka Dividend Payout Ratio-nya adalah 40 persen. Sisanya yang 60 persen bakal disimpan perusahaan sebagai cadangan modal atau buat ekspansi bisnis kedepannya.
Memahami Kenapa Dividend Yield Adalah Indikator yang Sangat Penting?
Nah, ini dia poin paling krusial yang wajib kamu tau. Dividend yield adalah tingkat keuntungan yang dikasih perusahaan dalam bentuk dividen kalau dibandingin sama harga harga pasar sahamnya saat ini.
Biar nggak bingung, misal ada saham B harganya 100 perak per lembar. Terus perusahaan ngumumin bakal bagi dividen 5 perak per lembar.
Berarti di harga saat ini, dividend yield adalah 5 persen. Indikator ini ngebantu kamu buat ngukur seberapa oke sih imbal hasil dividen sebuah saham kalau dibandingin sama instrumen lain kayak deposito bank.
Jadi jangan cuma liat nominal rupiahnya aja, tapi liat persentasenya. Kalau dividend yield sebuah saham tinggi, biasanya investor pemburu dividen bakal langsung lari buat borong saham tersebut biar bisa dapet jatah pasif income yang maksimal.
Baca juga: Saham Gocap: Antara Jebakan, Peluang, dan Cara Main Aman Biar Tetap Cuan
Mencatat Tanggal Penting Biar Nggak Ketinggalan Jatah Dividen
Banyak trader pemula yang bingung kenapa mereka nggak dapet dividen padahal sudah punya sahamnya.
Ternyata ada jadwal yang harus kamu perhatiin. Pertama ada Cum Date atau hari terakhir kamu harus punya saham itu biar namamu terdaftar sebagai penerima dividen.
Kalau kamu baru beli sehari setelahnya atau pas Ex Date, maaf banget kamu sudah telat dan nggak bakal dapet jatah.
Uniknya, kalau kamu beli di Cum Date terus kamu jual di hari Ex Date, kamu tetep bakal dapet dividen lho karena namamu sudah tercatat di Recording Date atau hari pencatatan resmi perusahaan.
Terakhir ada Payment Date, yaitu hari yang paling ditunggu-tunggu karena di tanggal inilah uang dividen bakal langsung ditransfer ke Rekening Dana Nasabah atau RDN kamu secara otomatis.
Daftar Saham yang Rajin Bagi Dividen di Indonesia
Nggak semua perusahaan di bursa itu bagi-bagi dividen, dan nggak semua yang bagi itu rutin tiap tahun.
Kalau kamu pengen cari aman, carilah saham-saham blue chip yang punya rekam jejak keuangan yang stabil.
Beberapa contohnya ada Bank BRI, Bank Mandiri, BCA, BNI, Unilever, Gudang Garam, Sampoerna, Indofood, Telkom, sampai Astra.
Saham-saham ini biasanya jadi favorit karena bisnisnya sudah mapan dan mereka punya kebijakan buat bagi laba secara rutin ke investornya.
Kalau mereka untung gede, kamu yang punya sahamnya juga bakal kecipratan untungnya lewat dividen yang cair tiap tahun atau bahkan dua kali setahun.
Tips Riset Menggunakan Indikator IDXHIDIV20
Kalau kamu masih bingung mau pilih saham yang mana, Bursa Efek Indonesia sebenarnya sudah kasih bocoran lewat indeks yang namanya IDXHIDIV20.
Ini adalah daftar 20 saham pilihan yang rutin bagi dividen setidaknya dalam tiga tahun terakhir dan punya dividend yield yang lumayan gede.
Daftar ini bisa kamu jadikan titik awal buat riset lebih dalem lagi. Tapi inget ya, jangan asal pilih cuma karena yield-nya paling tinggi.
Kamu harus tetep cek kesehatan bisnis perusahaannya dan pastikan kamu paham gimana cara mereka cari duit.
Pilih perusahaan yang bisnisnya kamu ngerti biar kamu tenang pas simpan sahamnya dalam jangka panjang.
Investasi saham itu sebenarnya asik banget kalau kamu sudah paham celahnya. Dividen bisa jadi sumber pendapatan pasif yang ngebantu kamu buat mencapai kebebasan finansial di masa depan.
Dengan memahami kalau dividend yield adalah indikator kunci, kamu bisa membandingkan saham mana yang paling royal kasih keuntungan buat para pemegangnya.
Pengetahuan soal tanggal cum date sampai payment date juga bikin strategi investasi kamu makin matang dan nggak asal tebak.
Jadi, mulai sekarang coba deh cek lagi portofolio kamu atau mulai lirik saham-saham yang rajin kasih dividen.
Siapa tau beberapa tahun lagi namamu yang masuk berita karena dapet dividen miliaran rupiah kayak para tokoh sukses tadi. Tetap rajin belajar dan jangan pernah malu buat mulai dari nol.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube