Selasa, 31 MARET 2026 • 14:05 WIB

Apa Itu Price to Book Value (PBV)? Simak Pengertian, Rumus, dan Cara Membacanya

Author

Ilustrasi Price to Book Value (PBV). (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Bagi kamu yang baru mulai terjun ke dunia saham, pasti sering bingung menentukan ini saham murah atau justru kemahalan.

Nah, salah satu cara paling basic tapi penting untuk mengecek valuasi saham adalah melalui Price to Book Value (PBV).

PBV termasuk indikator yang sering dipakai dalam analisis fundamental. Dengan memahami PBV, kamu bisa memiliki gambaran apakah harga saham yang kamu incar itu masih layak atau sudah terlalu tinggi.

Baca juga: Kenali Karakteristik Investasi Ilegal untuk Hindari Penipuan, Banyak Menjanjikan Keuntungan

Apa Itu PBV?

PBV adalah rasio yang membandingkan harga pasar saham dengan nilai buku perusahaan. Nilai buku sendiri didapat dari total aset perusahaan dikurangi total kewajibannya.

Simpelnya, PBV menunjukkan seberapa besar investor rela bayar untuk setiap nilai bersih perusahaan. Jadi, kalau PBV tinggi, artinya pasar punya ekspektasi besar terhadap perusahaan tersebut.

Cara Menghitung PBV

Agar semakin terbayang, ini rumus dasar PBV yang biasa dipakai:

  • PBV = Harga Saham : Nilai Buku per Lembar Saham

Sementara itu, untuk mencari nilai buku per lembar saham (BVPS), pakai rumus ini:

  • BVPS = Total Ekuitas : Jumlah Saham Beredar

Dari dua rumus ini, kamu bisa mulai menghitung sendiri valuasi saham yang sedang kamu incar.

Baca juga: Bingung Menghadapi Volatilitas Pasar? Simak Tips Mengelola Investasi dengan Bijak

PBV yang Baik Itu Berapa?

Nah, ini yang sering jadi pertanyaan. Secara umum, penilaiannya seperti berikut:

  • PBV < 1 - Sering dianggap murah (undervalued)
  • PBV > 1 - Sering dianggap mahal (overvalued)

Tapi jangan langsung ambil kesimpulan hanya dengan menilai PBV, karena angka ini nggak bisa berdiri sendiri.

  • PBV di bawah 1 bisa jadi karena perusahaan lagi bermasalah atau prospeknya kurang baik
  • PBV di atas 1 bisa jadi karena performa perusahaan bagus dan memiliki masa depan cerah

Penting untuk membandingkan PBV suatu saham dengan rata-rata industri yang sama, agar penilaiannya lebih adil.

Meskipun PBV penting, jangan sampai kamu hanya mengandalkan satu indikator ini saja. Agar analisis kamu semakin solid, coba kombinasikan juga dengan rasio lain seperti:

  • Price to Earnings Ratio (PER)
  • Price/Earnings to Growth Ratio (PEG)
  • Analisis kinerja dan prospek bisnis perusahaan

Baca juga: Perbedaan Safe Haven dan Risk Asset, Investor Pemula Wajib Paham

Dengan pendekatan yang lebih lengkap, keputusan investasi kamu jadi lebih matang dan nggak sekadar ikut tren.

PBV itu bisa jadi arah kamu untuk mengecek valuasi saham. Tapi agar akurat, tetap perlu dilengkapi dengan analisis lain dan pemahaman kondisi industri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Brights.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU