Minggu, 29 MARET 2026 • 18:20 WIB

Payback Period Itu Apa Sih? Ini Rumus dan Contoh Biar Nggak Bingung!

Author

ilustrasi payback (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah dengar istilah payback period tapi masih bingung artinya? Padahal, konsep ini penting banget buat kamu yang ingin mulai investasi atau menjalankan bisnis.

Dengan memahami payback period, kamu bisa tahu kapan modal yang dikeluarkan akan kembali. Yuk, simak penjelasan lengkapnya biar kamu nggak bingung lagi di bawah ini: 

Apa Itu Payback Period?

Payback period adalah cara untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan agar modal investasi bisa kembali.

Jadi, metode ini membantu kamu melihat kapan uang yang sudah dikeluarkan akhirnya “balik” dari keuntungan yang didapat.

Sederhananya, ini berkaitan dengan titik impas atau break-even point, yaitu saat total pemasukan sudah menutup modal awal.

Dari titik ini, barulah investasi mulai benar-benar menghasilkan keuntungan. Cara menghitungnya juga cukup fleksibel.

Kalau arus kas tiap periode sama, kamu bisa langsung membaginya.

Tapi kalau berbeda-beda, perhitungannya dilakukan dengan menjumlahkan pemasukan secara bertahap sampai modal tertutup.

Kelebihan Payback Period

Sebelum menggunakan metode ini, penting untuk tahu kenapa payback period cukup populer, terutama buat analisis awal.

Selain simpel, metode ini juga membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih cepat.

Salah satu keunggulannya adalah mudah dipahami dan dihitung, bahkan tanpa perlu analisis keuangan yang rumit. 

Baca juga: Apa Arti ATH dalam Saham? Simak Penjelasan Lengkapnya

Kamu juga bisa melihat seberapa cepat investasi balik modal, sehingga lebih mudah mengatur arus kas ke depannya.

Selain itu, payback period cocok digunakan untuk membandingkan beberapa pilihan investasi dengan risiko yang mirip.

Dengan begitu, kamu bisa memilih mana yang lebih cepat menghasilkan. Menariknya lagi, metode ini juga membantu mengurangi risiko kerugian.

Semakin cepat modal kembali, semakin kecil kemungkinan dana “tertahan” terlalu lama. Jadi, kamu punya gambaran lebih jelas kapan investasi mulai aman dan menguntungkan.

Rumus Payback Period

Secara umum, cara menghitung payback period bisa dibedakan jadi dua, tergantung dari kondisi pemasukan (arus kas) yang kamu dapatkan setiap tahun. Berikut penjelasannya: 

1. Arus Kas Tetap (sama setiap tahun)

Kalau pemasukan yang kamu terima tiap tahun jumlahnya sama, cara hitungnya paling mudah. Kamu cukup membagi modal awal dengan keuntungan bersih per tahun.

Rumus:

Payback Period = Investasi ÷ Arus Kas per Tahun

Penjelasan:

Investasi = total modal awal yang kamu keluarkan
Arus kas per tahun = keuntungan bersih tiap tahun
Dari sini, kamu bisa langsung tahu berapa tahun yang dibutuhkan untuk balik modal.

2. Arus kas tidak tetap (berbeda tiap tahun)

Kalau pemasukan tiap tahun nggak sama, cara hitungnya dilakukan bertahap.

Kamu perlu menjumlahkan pemasukan dari tahun ke tahun sampai modal awal tertutup.

Rumus:

Payback Period = n + (a – b) / c

Penjelasan:

n = tahun terakhir sebelum modal kembali
a = total investasi awal
b = total pemasukan sampai tahun ke-n
c = pemasukan di tahun berikutnya
Dengan cara ini, kamu bisa tahu waktu balik modal secara lebih detail, bahkan sampai hitungan bulan.

Contoh Perhitungan Payback Period

Biar makin kebayang, ini contoh sederhananya:

Baca juga: Apa Itu Brokerage Fee? Ini Cara Hitung Mudahnya Bagi Pemula!

Contoh untuk Arus Kas Tetap

Misalnya kamu investasi mesin sebesar Rp150 juta, dan tiap tahun menghasilkan keuntungan Rp37,5 juta.

Payback Period = 150.000.000 ÷ 37.500.000 = 4 tahun

Artinya, modal kamu akan kembali dalam waktu 4 tahun.

Contoh  untuk Arus Kas Tidak Tetap

Kamu melihat bisnis katering dengan modal awal Rp300 juta, dengan pemasukan:

Tahun 1: Rp80 juta
Tahun 2: Rp100 juta = total jadi Rp180 juta
Tahun 3: Rp120 juta = total jadi Rp300 juta
Di sini, modal tertutup di tahun ke-3.
Jadi, payback period = 3 tahun

Artinya, kamu butuh waktu 3 tahun untuk balik modal.

Memahami payback period bisa jadi langkah awal yang penting sebelum kamu memutuskan berinvestasi.

Dengan perhitungan yang tepat, kamu bisa lebih bijak mengelola risiko dan peluang keuntungan ke depannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Investopedia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU