Kamis, 26 MARET 2026 • 12:30 WIB

Apa Itu Brokerage Fee? Ini Cara Hitung Mudahnya Bagi Pemula!

Author

ilustrasi menghitung hasil saham (freepik)

INDOZONE.ID - Masuk ke dunia saham memang terasa menarik, apalagi saat mulai melihat potensi keuntungan dari jual beli. 

Tapi, pernah nggak sih kamu merasa saldo hasil transaksi nggak sesuai ekspektasi?

Nah, di sinilah banyak investor pemula baru sadar ada biaya tambahan yang ikut “mengurangi” dari hasil transaksi tersebut.

Supaya nggak kaget lagi, penting banget memahami apa itu brokerage fee dan bagaimana cara kerjanya berikut ini: 

Apa Itu Brokerage Fee?

Brokerage fee adalah biaya yang dikenakan oleh perusahaan sekuritas kepada investor atau trader atas layanan dalam proses jual beli instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, hingga reksa dana.

Dalam hal ini, perusahaan sekuritas berperan sebagai perantara antara investor dan pasar.

Artinya, saat kamu ingin membeli atau menjual aset, transaksi tidak bisa dilakukan langsung ke bursa, melainkan harus melalui broker.

Sebagai imbalannya, broker akan mengenakan biaya atas layanan yang diberikan.

Biaya ini mencakup akses ke pasar, proses eksekusi transaksi, penggunaan platform, hingga layanan tambahan seperti analisis atau rekomendasi investasi.

Perbedaan Fee Beli dan Fee Jual yang Perlu Dipahami

Brokerage fee itu sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu fee beli dan fee jual. 

Keduanya memiliki fungsi yang sama, tetapi dikenakan pada waktu yang berbeda.

Baca juga: Apa Itu Market Share? Ini Penjelasan, Cara Hitung, dan Contohnya Biar Auto Paham!

Fee beli dikenakan saat kamu membeli saham, sedangkan fee jual dikenakan saat kamu menjual saham.

Umumnya, fee jual sedikit lebih tinggi karena sudah termasuk pajak dan biaya tambahan lainnya.

Perbedaan ini penting untuk diperhatikan karena akan memengaruhi perhitungan keuntungan bersih yang kamu dapatkan.

Simulasi Perhitungan Brokerage Fee Biar Nggak Kaget

Brokerage fee adalah komponen penting yang harus kamu hitung sejak awal.  Nah, supaya lebih kebayang, ini contoh sederhana:

Kamu membeli saham senilai Rp1.000.000
Fee beli 0,15% =Rp1.500
Total dana yang keluar = Rp1.001.500

Lalu, saat menjual:

Kamu menjual saham seharga Rp1.100.000
Fee jual 0,25%=Rp2.750
Dana yang diterima = Rp1.097.250

Dari sini terlihat bahwa keuntungan bersih bukan hanya selisih harga beli dan jual, tapi sudah dipotong biaya transaksi.

Pengaruh Brokerage Fee terhadap Strategi Trading

Brokerage fee adalah faktor yang sering dianggap sepele, padahal cukup berpengaruh pada strategi investasi.

Bagi trader jangka pendek yang sering jual-beli saham, fee bisa jadi “penggerus” keuntungan jika tidak diperhitungkan.

Baca juga: 5 Cara Mudah Hitung Harga Wajar Saham Lengkap dengan Contohnya, Pemula Wajib Tahu!

Sebaliknya, untuk investor jangka panjang, dampak fee biasanya lebih kecil karena frekuensi transaksi yang tidak terlalu sering.

Itulah kenapa penting menyesuaikan strategi dengan biaya yang ada.

Tips Memilih Broker dengan Fee Kompetitif

Brokerage fee memang menjadi salah satu pertimbangan penting saat memilih sekuritas. 

Tapi ingat, jangan hanya tergiur fee murah tanpa melihat kualitas layanan.

Pilih broker yang menawarkan fee kompetitif, tapi tetap memiliki platform yang stabil, fitur lengkap, dan pelayanan yang responsif.

Karena pada akhirnya, kenyamanan dan keamanan transaksi juga nggak kalah penting.

Memahami brokerage fee adalah langkah penting agar kamu nggak kaget saat melihat hasil transaksi saham. Semoga berhasi ya! 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Investopedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU