Sabtu, 31 JANUARI 2026 • 16:10 WIB

Apa Itu Investasi? Berikut Pengertiannya dan Cara Bikin Uang Tetap Bernilai di Tengah Inflasi!

Author

Ilustrasi Pengertian Investasi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Masih banyak anak muda yang mikir kalau investasi itu ribet, cuma buat orang ekonomi, atau baru penting kalau sudah mapan.

Padahal faktanya, justru semakin cepat kita paham investasi, semakin besar peluang kita aman secara finansial di masa depan.

Lewat konten edukatif dari YouTube @Saham dari Nol, topik soal investasi dibahas dengan cara sederhana, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Intinya satu yaitu uang yang kita pegang hari ini nilainya tidak akan sama di masa depan.

Bukan karena uangnya berkurang, tapi karena daya belinya terus turun. Di sinilah investasi jadi penting, bukan sebagai gaya hidup, tapi sebagai kebutuhan.

Baca juga: Mengenal Fitur IEP dan IEV dalam Investasi Saham, Senjata Rahasia yang Sering Diremehkan Trader

Kenapa Uang Makin Lama Makin “Mengecil”

Kalau kamu merasa hidup sekarang lebih mahal dibanding beberapa tahun lalu, itu bukan perasaan semata. Contoh paling gampang bisa kita lihat dari tarif angkot dan harga tiket bioskop.

Dulu, naik angkot cukup bayar dua ribu rupiah untuk jarak dekat maupun jauh. Sekarang, tarif lima ribu rupiah sudah jadi hal biasa.

Begitu juga nonton bioskop, yang dulu tiket tiga puluh ribuan masih gampang ditemui, sekarang harga lima puluh sampai enam puluh ribu rupiah jadi standar.

Kondisi ini disebut inflasi, yaitu penurunan daya beli uang dari waktu ke waktu. Artinya, sepuluh juta rupiah hari ini tidak akan bisa membeli barang yang sama lima atau sepuluh tahun ke depan. Kalau uang hanya disimpan tanpa dikembangkan, nilainya pelan-pelan akan terkikis.

Investasi sebagai Jalan Keluar

Secara sederhana, investasi adalah mengorbankan sebagian kenyamanan hari ini supaya kita bisa dapat hasil yang lebih besar di masa depan.

Misalnya, memilih menyisihkan uang daripada menghabiskannya, dengan harapan uang tersebut bisa bertumbuh dan membantu kebutuhan di kemudian hari.

Investasi bukan soal jadi kaya mendadak. Lebih tepatnya, investasi adalah cara menjaga dan menumbuhkan nilai uang agar tidak kalah oleh inflasi. Jadi, bekerja keras saja tidak cukup. Uang yang kita hasilkan juga perlu “bekerja”.

Menyimpan Uang Tidak Selalu Berarti Investasi

Banyak orang merasa sudah aman karena punya tabungan. Padahal, tidak semua tempat menyimpan uang bisa disebut investasi.

Contoh paling klasik adalah celengan ayam. Kalau hari ini kamu masukin dua juta rupiah, lima tahun lagi saat dipecahkan, jumlahnya tetap dua juta. Tidak bertambah sama sekali, sementara harga barang sudah naik ke mana-mana.

Hal serupa juga terjadi pada tabungan bank biasa. Bunga tabungan relatif kecil, bahkan sering kalah oleh biaya administrasi bulanan.

Dalam jangka panjang, saldo bisa berkurang pelan-pelan. Karena itulah, menabung di bank belum tentu bisa menjaga nilai uang.

Deposito Sebagai Langkah Awal

Berbeda dengan tabungan, deposito menawarkan bunga yang lebih tinggi karena uang kita dikunci dalam jangka waktu tertentu.

Rata-rata bunganya sekitar empat persen per tahun. Namun, bunga deposito masih dikenakan pajak sebesar dua puluh persen.

Meski hasilnya tidak besar, deposito tetap bisa disebut investasi karena nilainya bertumbuh.

Biasanya, deposito cocok untuk orang yang ingin aman dan hanya ingin melindungi uang dari inflasi, bukan untuk mengejar keuntungan besar.

Baca juga: Yuk Kenali Aset, Liabilitas, Ekuitas, dan Laba, Biar Makin Paham Dunia Keuangan Masa Kini

Ilustrasi Pengertian Investasi. (freepik)

Obligasi, Meminjamkan Uang dengan Imbal Hasil

Instrumen investasi lain yang cukup populer adalah obligasi. Di sini, kita meminjamkan uang ke negara atau perusahaan dan akan menerima bunga secara rutin.

Imbal hasil obligasi umumnya lebih tinggi dibanding deposito, sekitar enam persen per tahun, dengan pajak yang lebih rendah, yakni sepuluh persen.

Karena risikonya relatif terukur dan alurnya jelas, obligasi sering jadi pilihan bagi investor yang ingin hasil lebih baik tanpa harus menghadapi naik-turun ekstrem seperti di saham.

Reksadana, Investasi Sambil “Nitip Pintar”

Buat yang belum pede memilih instrumen sendiri, reksadana bisa jadi jalan tengah. Uang yang kita investasikan akan dikelola oleh manajer investasi yang profesional. Mereka yang menentukan ke mana dana ditempatkan, sementara kita tinggal memantau hasilnya.

Menariknya, reksadana tidak dikenakan pajak langsung dan potensi imbal hasilnya bisa mencapai sekitar sepuluh persen per tahun, tergantung jenis reksadananya. Karena itulah, reksadana sering direkomendasikan untuk pemula yang ingin belajar investasi tanpa ribet.

Saham, Risiko Tinggi Tapi Potensi Paling Besar

Saham adalah instrumen investasi dengan potensi imbal hasil paling tinggi, rata-rata bisa mencapai sepuluh hingga dua belas persen per tahun dalam jangka panjang. Dengan membeli saham, kita berarti memiliki sebagian kecil dari sebuah perusahaan.

Namun, saham juga punya risiko yang lebih kompleks. Harga bisa naik dan turun dalam waktu singkat. Karena itu, investasi saham butuh pemahaman, kesabaran, dan strategi.

Meski begitu, dengan belajar dari nol dan memilih perusahaan yang tepat, saham bisa jadi alat paling efektif untuk membangun kekayaan jangka panjang.

Investasi Bukan Cuma Buat Ahli Ekonomi

Pesan utama dari YouTube @Saham dari Nol cukup jelas yaitu investasi itu bukan cuma buat lulusan ekonomi atau orang berduit.

Siapa pun, apapun profesinya, perlu paham dasar investasi. Terutama saat masih di usia produktif, ketika kita punya waktu dan tenaga untuk membangun masa depan.

Bekerja keras itu wajib. Tapi kalau uang hasil kerja hanya diam, kita akan terus kejar-kejaran dengan inflasi. Investasi membuat uang ikut bekerja, pelan tapi konsisten, demi masa depan yang lebih tenang.

Baca juga: Mengenal Analisis Fundamental Saham: Cara Investasi Lebih Tenang ala Investor Jangka Panjang

Ilustrasi Pengertian Investasi. (Freepik)

Di tengah biaya hidup yang terus naik, investasi bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan.

Mulai dari yang sederhana, pahami risikonya, dan lakukan lewat lembaga yang terdaftar serta diawasi OJK. 

Tidak perlu nunggu kaya untuk mulai investasi. Justru dengan investasi yang konsisten, kita sedang menyiapkan diri agar tidak kesulitan di masa depan.

Uang memang penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengelolanya dengan bijak sejak sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU