INDOZONE.ID - Gaji pas-pasan sering kali bikin banyak orang ragu untuk mulai investasi, bahkan sebagian orang berpikir menabung untuk masa depan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang penghasilannya besar.
Padahal, dengan cara mengatur uang yang tepat, investasi tetap bisa jalan meski gaji terasa mepet tiap bulan.
Kuncinya bukan soal jumlah, tapi bagaimana kamu mengelola pemasukan dan pengeluaran keuangan secara sadar.
Nah bagi kamu yang bingung bagaimana caranya, berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.
1. Mulai dari Nominal Kecil, Asal Konsisten
Bagi kamu yang ingin investasi tapi gaji masih pas- pas an, tidak usah khawatir masih bisa kok.
Kamu bisa mulai investasi i nominal kecil, bahkan Rp10.000 - Rp100.000 saja. Zaman sekarang banyak platform investasi legal yang terdaftar OJK menyediakan pilihan ramah pemula seperti reksa dana pasar uang, emas digital, hingga saham fraksi.
Instrumen ini relatif terjangkau dan cocok untuk kamu yang baru belajar mengelola keuangan.
Lebih dari itu, yang terpenting bukan seberapa besar uang yang kamu tanamkan, tetapi seberapa rutin kamu melakukannya.
Bahkan Rp50.000 per bulan, jika konsisten, bisa berkembang cukup signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
2. Atur Keuangan dengan Efektif
Sering merasa gaji selalu habis sebelum akhir bulan? Bisa jadi masalahnya bukan pada jumlah gaji, melainkan kebiasaan pengeluaran yang tidak terasa tapi menumpuk.
Baca juga: 5 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Sebelum Beli Emas untuk Investasi
Mulailah dengan mencatat semua pengeluaran harian, sekecil apa pun nominalnya. Dari sana, kamu bisa membedakan mana kebutuhan utama dan mana keinginan sesaat.
Evaluasi juga pengeluaran rutin seperti langganan digital yang jarang dipakai. Biasanya, dari proses ini akan muncul dana mana yang bisa dialihkan untuk mulai investasi.
3. Terapkan Rumus 50:30:20
Rumus 50:30:20 sering dijadikan panduan mengatur keuangan, yaitu 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan serta investasi.
Namun, rumus ini bukan aturan baku yang wajib diikuti semua orang. Jika kondisi keuangan belum memungkinkan, kamu bisa mulai menyisihkan 5 atau 10 persen terlebih dahulu.
Jadi yang terpenting adalah membiasakan diri menyisihkan uang di awal, bukan menunggu sisa di akhir bulan.
Sedikit tapi rutin jauh lebih berdampak daripada besar tapi tidak konsisten.
4. Manfaatkan Fitur Auto-Debit atau Auto-Invest
Kalau kamu sering lupa atau tergoda untuk memakai uang investasi, teknologi bisa jadi solusi. Banyak platform investasi kini menyediakan fitur auto-debit dan auto-invest langsung dari rekening atau e-wallet.
Baca juga: Mengenal Analisis Fundamental Saham: Cara Investasi Lebih Tenang ala Investor Jangka Panjang
Dengan cara ini, uang investasi akan terpotong otomatis tanpa perlu dipikirkan setiap bulan.
Investasi pun terasa lebih ringan karena sudah menjadi kebiasaan. Secara tidak langsung, kamu sedang menerapkan prinsip pay yourself first, yaitu memprioritaskan masa depan sebelum kebutuhan lain.
5. Tentukan Tujuan Investasi yang Jelas
Investasi tanpa tujuan sering kali membuat seseorang mudah menyerah di tengah jalan.
Karena itu, penting untuk menentukan tujuan yang jelas sejak awal, seperti membangun dana darurat, menyiapkan uang muka rumah, atau merencanakan pensiun lebih cepat.
Jadi tujuan yang spesifik membantu kamu lebih fokus dan sabar menghadapi naik-turun pasar.
Selain itu, tujuan investasi juga memudahkan kamu memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko. Dengan arah yang jelas, investasi terasa lebih bermakna dan tidak sekadar ikut tren.
Intinya, gaji pas-pasan bukan alasan untuk menunda investasi selama kamu mau mengatur keuangan dengan lebih sadar dan konsisten. Mulai dari langkah kecil hari ini bisa jadi keputusan besar yang menyelamatkan kondisi finansialmu di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenkeu.go.id