Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 13:55 WIB

Penawaran Lelang SUN Capai Rp69,64 Triliun, Pemerintah Raup Rp25 Triliun

Author

Warga mencari informasi mengenai Surat utang negara. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

INDOZONE.ID - Pemerintah mendapatkan dana sebesar Rp25 triliun dari hasil melelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN), pada 2 Desember 2025.

Dilansir laman Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penerimaan masuk lelang kali ini mencapai Rp69,64 triliun. 

Serapan paling besar berasal dari seri FR0106 (pembukaan kembali), yang dimenangkan dengan nilai Rp5,5 triliun dari penawaran masuk Rp7,19 triliun. 

Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang berhasil dimenangkan tercatat 6,45991 persen, tanggal jatuh tempo di 15 Agustus 2040.

Baca juga: Dukung Generasi Masa Depan, BRI Ambil Bagian di Program 'Indonesia Punya Kamu' Undip Semarang

Serapan selanjutnya berasal dari seri FR0102 yang dimenangkan dengan nilai Rp4,15 triliun dari penawaran masuk Rp6,73 triliun. Untuk imbal hasil rata-rata tertimbang yang berhasil dimenangkan sebesar 6,74988 persen, dan jatuh tempo pada 15 Juli 2054.

Selanjutnya, penyerapan dana berasal dari FR0107 sebesar Rp3,85 triliun, dari penawaran masuk di angka Rp7,71 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang berhasil menang 6,54987 persen, dan jatuh tempo pada 15 Agustus 2045.

Sementara dari seri FR0105, berhasil menang di angka Rp3,25 triliun dari penawaran masuk sebesar Rp5,41 triliun. Imbal rata-rata tertimbang yang menang dari seri ini sebesar 6,77971 persen, dan jatuh tempo pada 15 Juli 2064.

Baca juga: Fenomena 'Putus Asa Cari Kerja' di Indonesia Meningkat, Dua Langkah Ini Bisa Jadi Solusinya

Pemerintah mendapatkan dana Rp2 triliun dari tiga seri, yaitu SPN01260103 (penerbitan baru), SPN12261203 (penerbitan baru), dan FR0108 (pembukaan kembali).

Pada seri SPN01260103, penawaran masuk senilai Rp2,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,55000 persen. Seri ini jatuh tempo pada 3 Januari 2026.

Di SPN12261203, penawaran masuk senilai Rp4,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang berhasil menang sebesar 5,00000 persen, dan jatuh tempo pada 3 Desember 2026.

Sedangkan seri FR0108 terima penawaran masuk senilai Rp16,14 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang di angka 6,23927 persen. Seri ini jatuh tempo pada 15 April 2036.

Baca juga: Outlook Ekonomi Indonesia 2026: Investasi Naik, Sektor MICE Menguat

Selanjutnya serapan dari seri FR0109 (pembukaan kembali) yang menang sebesar Rp1,25 triliun dengan penawaran masuk paling tinggi Rp17,41 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 5,7000 persen dan jatuh tempo pada 15 Maret 2031.

Terakhir, penyerapan sebesar Rp1 triliun dari seri SPN12260305 (pembukaan kembali), menerima penawaran masuk Rp1,35 triliun. Untuk imbal hasil rata-rata tertimbangnya berhasil menang 4,70000 persen dan jatuh tempo pada 5 Maret 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU