Ilustrasi Price to Book Value (PBV). (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Bagi kamu yang baru mulai terjun ke dunia saham, pasti sering bingung menentukan ini saham murah atau justru kemahalan.
Nah, salah satu cara paling basic tapi penting untuk mengecek valuasi saham adalah melalui Price to Book Value (PBV).
PBV termasuk indikator yang sering dipakai dalam analisis fundamental. Dengan memahami PBV, kamu bisa memiliki gambaran apakah harga saham yang kamu incar itu masih layak atau sudah terlalu tinggi.
Baca juga: Kenali Karakteristik Investasi Ilegal untuk Hindari Penipuan, Banyak Menjanjikan Keuntungan
PBV adalah rasio yang membandingkan harga pasar saham dengan nilai buku perusahaan. Nilai buku sendiri didapat dari total aset perusahaan dikurangi total kewajibannya.
Simpelnya, PBV menunjukkan seberapa besar investor rela bayar untuk setiap nilai bersih perusahaan. Jadi, kalau PBV tinggi, artinya pasar punya ekspektasi besar terhadap perusahaan tersebut.
Agar semakin terbayang, ini rumus dasar PBV yang biasa dipakai:
Sementara itu, untuk mencari nilai buku per lembar saham (BVPS), pakai rumus ini:
Dari dua rumus ini, kamu bisa mulai menghitung sendiri valuasi saham yang sedang kamu incar.
Baca juga: Bingung Menghadapi Volatilitas Pasar? Simak Tips Mengelola Investasi dengan Bijak
PBV yang Baik Itu Berapa?
Nah, ini yang sering jadi pertanyaan. Secara umum, penilaiannya seperti berikut:
Tapi jangan langsung ambil kesimpulan hanya dengan menilai PBV, karena angka ini nggak bisa berdiri sendiri.
Penting untuk membandingkan PBV suatu saham dengan rata-rata industri yang sama, agar penilaiannya lebih adil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Brights.id