Rabu, 03 JUNI 2026 • 14:40 WIB

Kenapa Orang Tetap Beli Kopi Rp20 Ribuan Tiap Hari Meski Ekonomi Lagi Sulit?

Author

Ilustrasi orang tetap ngopi Rp20 ribuan tiap hari meski ekonomi sulit. (Pinterest)

INDOZONE.ID - Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik dan kondisi ekonomi yang banyak orang harus lebih hemat, ada satu kebiasaan yang tampaknya sulit ditinggalkan, yakni membeli kopi kekinian setiap hari. 

Banyak orang, mungkin kamu atau teman kamu, yang ngerasa nggak apa-apa untuk ngeluarin uang sekitar Rp20-30 ribuan setiap hari untuk ngopi. 

Padahal, kamu atau teman kamu adalah kategori orang yang uangnya tidak banyak dan masih sulit mencari tambahan pendapatan. 

Ternyata hal ini tidak melulu soal hobi atau gaya. Mungkin bisa jadi kamu lagi terkena dampak Lipstick Effect.

Baca juga:  Apa Itu Involution? Fenomena di Tiongkok dan Industri yang Terdampak

Apa Itu Lipstick Effect?

Lipstick Effect adalah suatu fenomena psikologis dan ekonomi, di mana seseorang cenderung menahan untuk membeli barang mewah berharga besar, namun tetap membeli barang-barang mewah kecil dan terjangkau, salah satunya adalah kopi, untuk menghibur diri di tengah ketidakpastian atau krisis ekonomi. 

Kenapa dinamai Lipstick Effect? Istilah ini muncul karena saat krisis ekonomi dulu, para pengamat melihat penjualan barang-barang besar kayak mobil, rumah, atau tas mewah langsung anhlok. Tapi anehnya, penjualan lipstik justru melonjak tajam.

Kenapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Biar gampang dibayangkan, ini psikologi di baliknya:

Butuh Self-Reward yang Murah

Pas ekonomi lagi susah, banyak orang mulai stres. Mau liburan ke luar negeri gak ada uang, mau beli iPhone terbaru juga harus mikir seribu kali. 

Nah, biar tetap merasa bahagia dan gak stres, banyak orang melipir ke barang kecil yang bisa ngasih kepuasaan instan. 

Gak Bisa Beli Rumah, Minimal Beli Kopi

Daripada pusing mikirin cicilan atau tabungan yang gak nambah-nambah, uang Rp20-50 ribu dipakai buat beli segelas kopi kekinian di kafe, nonton bioskop, atau beli lipstik/skincare murah.

Baca juga: Terlihat Mapan, Ternyata Rentan: Fenomena ‘Fake Rich’ di Kelas Menengah Indonesia

Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

Kalau zaman dulu contohnya lipstik, kalau di zaman sekarang, khususnya di kalangan milenial dan gen z, bentuknya bisa macam-macam:

  • Kopi Kekinian Rp20 Ribu: Tiap hari ngeluh gak punya uang, tapi tiap siang antri beli es kopi susu boba. Ini cara paling instan buat dapet mood booster.
  • Skincare dan Makeup Murah: Gak mampu beli paket perawatan di klinik kecantikan jutaan rupiah, jadinya belanja sheet mask atau liptint murah di e-commerce.
  • Thrifting atau Baju Murah: Gak bisa belanja di mall mewah, pelariannya hunting baju bekas (thrifting) atau cari diskonan baju murah yang penting dapet sensasi habis belanja.

Jadi, Lipstick Effect itu semacam mekanisme pertahanan diri konsumen. Kita sadar lagi gak bisa beli barang mewah yang gede, jadi kita mengalihkan hasrat belanja itu ke barang mewah uang gak bikin rekening langsung jebol.

Gimana? Ngerasa relate gak sama kebiasaan kamu akhir-akhir ini?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mailchimp.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU