INDOZONE.ID - “Yaelah, cuma numpang lewat doang.” Kalimat itu sering jadi kenyataan buat banyak orang setelah berhasil melunasi hutang. Baru juga rekening terasa aman, uang tiba-tiba habis entah ke mana. Sedikit self reward, nongkrong lebih sering, checkout tanpa mikir panjang, lalu perlahan kebiasaan lama datang lagi.
Yang lebih bahaya, banyak orang merasa kondisi finansialnya sudah “sembuh” hanya karena cicilan selesai. Padahal, fase setelah bebas hutang justru jadi penentu apakah keuangan benar-benar naik level atau malah balik berantakan.
Di titik inilah banyak orang mulai bingung: uang sebaiknya disimpan di mana supaya nggak cuma numpang lewat, tapi benar-benar bisa berkembang dan bikin masa depan lebih aman?
Salah satu sistem tabungan pensiun yang cukup populer dibahas adalah RRSP (Registered Retirement Savings Plan). Namun, perlu diketahui, RRSP hanya tersedia di Kanada dan berkaitan dengan sistem keuangan di sana. Amerika Serikat sendiri memiliki sistem pensiun berbeda seperti 401(k) dan IRA.
Sementara di Indonesia, tidak ada program bernama RRSP. Meski begitu, konsep serupa sebenarnya ada, salah satunya melalui DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yang bisa digunakan untuk membantu menyiapkan dana pensiun jangka panjang.
Baca juga: Tips Atur Dana Pensiun Biar Masa Tua Nggak Jadi Beban
RRSP: Tempat Simpan Uang yang Bisa Bantu Masa Depan Lebih Aman?
Buat yang belum familiar, RRSP adalah akun tabungan atau investasi yang dirancang khusus untuk dana pensiun jangka panjang.
Sekilas memang terdengar “terlalu serius” atau cuma cocok buat orang mapan. Tapi sebenarnya, sistem ini menarik karena menawarkan keuntungan yang cukup besar untuk masa depan finansial.
Salah satu daya tarik utamanya adalah kontribusi yang dimasukkan ke RRSP bisa membantu mengurangi penghasilan kena pajak. Artinya, ada peluang beban pajak tahunan jadi lebih ringan.
Nggak cuma itu, uang yang diinvestasikan di dalam RRSP juga bisa berkembang tanpa langsung dipotong pajak selama belum ditarik. Buat banyak orang, ini jadi cara efektif untuk membangun dana pensiun secara perlahan tapi stabil.
Di Indonesia Memang Tidak Ada RRSP, Tapi Ada DPLK
Meski RRSP hanya ada di Kanada dan Amerika Serikat, Indonesia sebenarnya memiliki program yang konsepnya mirip untuk mempersiapkan dana pensiun jangka panjang, yaitu DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan.
DPLK merupakan produk dari bank atau perusahaan asuransi yang memungkinkan masyarakat menyetorkan dana secara mandiri untuk diinvestasikan, lalu dicairkan saat memasuki masa pensiun nanti.
Walau sama-sama bertujuan membantu menyiapkan masa tua, cara kerja DPLK tidak sepenuhnya sama dengan RRSP karena sistem keuangan dan aturan perpajakan tiap negara berbeda.
Jangan Sampai Semua Uang “Terkunci”
Kesalahan yang sering terjadi setelah bebas hutang adalah terlalu fokus investasi sampai lupa menyimpan dana yang mudah diakses.
Padahal hidup nggak selalu berjalan mulus. Ada kondisi mendadak seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan, atau kebutuhan keluarga yang bisa muncul kapan saja.
Makanya, banyak perencana keuangan menyarankan untuk tetap punya dana darurat yang aman sebelum agresif menyimpan uang untuk pensiun. Jadi, jangan sampai seluruh uang masuk ke akun jangka panjang sementara rekening harian justru kosong.
Jangan Langsung Tergiur, DPLK Juga Punya Kekurangan
Walau sering dianggap sebagai solusi untuk menyiapkan masa pensiun, DPLK bukan berarti tanpa risiko atau kelemahan. Sebelum ikut program ini, ada beberapa hal penting yang wajib dipahami supaya tidak menyesal di kemudian hari.
Dana Tidak Bisa Bebas Diambil Kapan Saja
Salah satu kelemahan DPLK adalah dana yang tersimpan tidak mudah diambil sewaktu-waktu karena memang dirancang sebagai tabungan pensiun jangka panjang.
Dana umumnya baru bisa dicairkan saat memasuki usia pensiun, meninggal dunia, atau memenuhi kondisi tertentu sesuai aturan program. Penarikan sebelum pensiun biasanya hanya diperbolehkan sebagian dan tetap memiliki syarat, seperti masa kepesertaan minimum serta batas maksimal penarikan dana. Karena itu, DPLK kurang cocok dijadikan tempat menyimpan dana darurat yang perlu cepat diakses.
Nilai Investasi Bisa Naik dan Turun
Banyak orang mengira dana DPLK akan selalu aman dan terus bertambah. Padahal, dana DPLK biasanya diinvestasikan ke instrumen seperti obligasi, reksa dana, atau saham sehingga tetap memiliki risiko pasar. Saat kondisi investasi bagus, nilai dana bisa berkembang lebih besar. Namun, ketika pasar turun, saldo atau hasil investasinya juga dapat ikut menurun.
Berbeda dengan program pensiun manfaat pasti yang risikonya ditanggung perusahaan, risiko investasi pada DPLK lebih banyak ditanggung oleh peserta.
Ada Potongan Biaya yang Jarang Disadari
DPLK juga memiliki biaya administrasi dan biaya pengelolaan investasi yang dipotong secara berkala dari dana peserta. Meski terlihat kecil, potongan ini bisa mempengaruhi hasil investasi dalam jangka panjang.
Selain itu, dana pensiun juga tidak selalu bisa dicairkan sekaligus dalam jumlah penuh. Beberapa program menerapkan pencairan bertahap atau sistem anuitas agar dana tetap tersedia untuk jangka panjang.
Baca juga: 4 Kesalahan Umum dalam Merencanakan Dana Pensiun dan Cara Menghindarinya
Gaji Bulanan Bisa Terasa Lebih Kecil
Bagi sebagian pekerja, iuran rutin DPLK bisa terasa cukup membebani, terutama jika kondisi keuangan masih pas-pasan atau kebutuhan bulanan sedang banyak.
Sebab, adanya potongan iuran pensiun membuat take-home pay atau gaji bersih yang diterima menjadi lebih kecil. Karena itu, besaran iuran sebaiknya disesuaikan dengan kondisi finansial agar kebutuhan sehari-hari tetap aman.
Siapa yang Paling Cocok dan Tidak Cocok Menggunakan RRSP dan DPLK?
RRSP dan DPLK biasanya cocok untuk orang yang sudah memiliki penghasilan stabil dan ingin mulai serius mempersiapkan masa depan.
Kalau kebutuhan bulanan aman, dana darurat sudah tersedia, dan kondisi finansial mulai stabil setelah bebas hutang, RRSP ataupun DPLK bisa jadi langkah cerdas untuk menjaga keuangan tetap sehat dalam jangka panjang.
Namun, kalau kondisi keuangan masih naik turun atau masih sering butuh akses cepat ke uang tunai, sebaiknya jangan langsung menaruh semua dana di akun seperti ini.
Bebas Hutang Bukan Akhir, Tapi Awal Permainan Finansial yang Sebenarnya
Banyak orang berpikir perjuangan selesai setelah hutang lunas. Padahal, justru di fase inilah keputusan finansial paling penting mulai diuji.
Mau uang terus habis tanpa arah, atau mulai dipakai membangun masa depan yang lebih aman? Pada akhirnya, bukan soal seberapa besar penghasilanmu, tapi seberapa pintar kamu mengatur uang setelah berhasil keluar dari hutang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca