INDOZONE.ID - Banyak orang berpikir penghasilan yang lebih besar otomatis bikin kondisi finansial ikut membaik. Realitanya, tidak sedikit orang yang justru tetap merasa bokek meski gajinya terus naik setiap tahun.
Baru tanggal muda tapi saldo rekening sudah bikin panik? Kalau iya, bisa jadi ada satu kebiasaan buruk yang selama ini diam-diam menghambat kondisi keuangan kamu berkembang.
Terlalu Sering Menuruti Godaan “Self Reward”
Setelah lembur berhari-hari, berhasil mencapai target kerja, atau baru saja mendapat bonus dan kenaikan gaji, banyak orang merasa punya alasan kuat untuk memanjakan diri. Mulai dari beli ponsel terbaru, checkout barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, nongkrong di tempat mahal, sampai liburan impulsif demi “healing”.
Sesekali melakukan self reward tentu bukan masalah. Namun, situasinya jadi berbeda ketika pengeluaran tersebut jauh lebih besar dibanding kemampuan finansial.
Masalah ini sering muncul karena banyak orang mengukur kesuksesan dari apa yang terlihat secara luar. Semakin mahal barang yang dimiliki, semakin dianggap berhasil.
Padahal kenyataannya belum tentu demikian!
Baca juga: 6 Cara Kontrol Belanja Impulsif di Usia 20-an, Biar Dompet Nggak Boncos!
Gaji Bertambah, Pengeluaran Ikut Membengkak
Kondisi ini dikenal sebagai lifestyle inflation, yaitu ketika pendapatan naik tetapi gaya hidup ikut meningkat tanpa kontrol. Contohnya sederhana:
- Dulu masih nyaman membawa bekal dari rumah, sekarang merasa lebih suka pesan makanan secara online setiap hari.
- Dulu cukup minum kopi buatan rumah, sekarang rutin membeli kopi kekinian dengan harga yang jika dikalkulasikan bisa menghabiskan jutaan rupiah dalam sebulan.
- Dulu masih memakai ponsel sampai benar-benar rusak, sekarang selalu tergoda upgrade hanya karena model baru keluar.
Kelihatannya sepele, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus bisa membuat keuangan “bocor halus”.
Kenapa Kebiasaan Ini Bahaya?
Masalah terbesar dari gaya hidup konsumtif adalah uang hanya lewat tanpa sempat berkembang. Kenaikan gaji yang seharusnya bisa dipakai untuk menambah tabungan, dana darurat, atau investasi justru habis untuk hal-hal sementara.
Akibatnya, kondisi finansial tetap stagnan.
Bahkan banyak orang dengan penghasilan besar masih hidup dari gaji ke gaji karena sulit menahan keinginan sesaat.
Baca juga: YOLO Boleh, Tapi Jangan Sampai Toxic: Bedah Hedonisme Biar Nggak Cuma Jago Self Reward
Cara Memutus Kebiasaan Ini
Mulailah mengubah definisi “sukses”. Kesuksesan tidak harus selalu terlihat dari mobil mahal, gadget terbaru, atau gaya hidup mewah yang dipamerkan di media sosial.
Coba jadikan tabungan sebagai bentuk self reward baru. Saat mendapat bonus atau kenaikan gaji, sisihkan sebagian untuk investasi, dana darurat, atau tujuan finansial jangka panjang.
Latih juga kebiasaan menunda keinginan. Saat tergoda membeli sesuatu, tunggu beberapa hari dan tanyakan pada diri sendiri: apakah ini kebutuhan atau hanya keinginan sesaat?
Keputusan kecil seperti menahan belanja impulsif hari ini bisa berdampak besar pada kondisi keuangan di masa depan.
Ingat, terlihat kaya di luar belum tentu benar-benar kaya. Kadang, cara paling cepat memperbaiki keuangan justru dengan berhenti tergoda membeli hal yang sebenarnya tidak kamu butuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca