Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 15 MEI 2026 • 18:35 WIB

YOLO Boleh, Tapi Jangan Sampai Toxic: Bedah Hedonisme Biar Nggak Cuma Jago Self Reward

YOLO Boleh, Tapi Jangan Sampai Toxic: Bedah Hedonisme Biar Nggak Cuma Jago Self RewardIlustrasi Hedonisme. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, kamu ngerasa capek banget gara-gara rutinitas yang isinya cuma kerja atau belajar sampai kena burnout parah?

Terus tiba-tiba muncul niat impulsif buat checkout semua barang di keranjang marketplace atau pesan tiket pesawat liburan dadakan dengan dalih self reward?

Nah, banyak dari kita yang sering teriak YOLO alias You Only Live Once sebagai tameng buat aksi tersebut.

Istilah yang dipopulerkan Drake ini sebenarnya punya akar filosofis yang dalam banget, yang kita kenal sebagai hedonisme.

Banyak yang ngira hedonisme itu cuma soal foya-foya, party, atau gaya hidup konsumtif yang bikin dompet nangis.

Padahal, kalau mau dibedah lebih dalam, hedonisme itu spektrum pemikiran yang sudah dibahas dari ribuan tahun lalu.

Mengacu pada kanal YouTube/Aperture, kita diajak buat flashback gimana pandangan ini muncul, dan cara ngadepinnya di era modern yang penuh pressure ini, supaya kita nggak kejebak dalam lubang hitam kesenangan semu.

Baca juga: Dana Darurat Bukan Buat Orang Kaya: Strategi Realistis Biar Hidup Lebih Aman di 2026

Akar Sejarah dari Abad Keempat Sebelum Masehi

Jauh sebelum ada era flexing di Instagram atau TikTok, ada cowok bernama Aristippus dari Kirene yang punya mindset radikal banget.

Murid Socrates ini dianggap sebagai OG-nya hedonisme. Buat Aristippus, goal hidup manusia itu simpel banget, yaitu kejar kesenangan dan cabut dari rasa sakit.

Dia adalah orang yang paling depan menolak konsep delayed gratification atau menunda kesenangan.

Aristippus percaya, kita nggak perlu tersiksa hari ini cuma demi kebahagiaan yang belum pasti di masa depan.

Di zaman sekarang, kita sering dipaksa buat hustle culture habis-habisan puluhan tahun supaya bisa chill pas pensiun nanti.

Tapi buat Aristippus, ide itu konyol karena nggak ada jaminan besok kita masih ada. Fokusnya adalah apa yang ada di depan mata dan apa yang bisa bikin kita happy saat ini juga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

YOLO Boleh, Tapi Jangan Sampai Toxic: Bedah Hedonisme Biar Nggak Cuma Jago Self Reward

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!