INDOZONE.ID - Perempuan makin banyak mengambil peran penting di industri keuangan Indonesia.
Dalam ajang Women Art & Society 2026 di Solo, Jawa Tengah, dua pimpinan perusahaan pembiayaan digital menerima penghargaan The Most Outstanding Women 2026 karena dinilai berhasil mendorong budaya kerja inklusif dan akses finansial yang lebih merata.
Di tengah industri finansial yang identik dengan target dan persaingan agresif, pendekatan kepemimpinan yang lebih empatik mulai mendapat perhatian.
Banyak perusahaan kini sadar, lingkungan kerja sehat dan inklusif punya pengaruh besar terhadap kualitas layanan dan pertumbuhan bisnis.
Perempuan dan Perubahan Budaya Kerja
Acara Women Art & Society 2026: The Creative Power of Indonesian Women digelar di Solo bersama Mangkunegaran.
Salah satu sorotan datang dari dua pimpinan perusahaan pembiayaan digital yang mendapat apresiasi atas kontribusi mereka di sektor keuangan nasional.
Mira Wibowo dan Mirna Florita dinilai berhasil membawa pendekatan kerja yang lebih setara dan terbuka di lingkungan perusahaan.
Fenomena ini sebenarnya sedang berkembang di banyak sektor. Perempuan kini makin sering berada di posisi strategis, mulai dari teknologi, startup, sampai finansial digital.
Perusahaan tempat Mira dan Mirna bekerja bergerak di layanan Buy Now Pay Later (BNPL) yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
BNPL sendiri adalah layanan pembiayaan digital yang memungkinkan pengguna membeli barang sekarang dan membayarnya secara cicilan dalam periode tertentu.
Layanan seperti ini populer di kalangan anak muda urban karena dianggap praktis dan cepat. Tapi di balik pertumbuhan industri fintech, isu literasi keuangan juga makin sering dibahas.
Mira Wibowo menyebut penghargaan tersebut sebagai pengingat soal pentingnya empati dalam kepemimpinan.
“Esensi dari kepemimpinan adalah tentang bagaimana kita bisa mendengarkan lebih baik dan menumbuhkan empati dalam setiap solusi finansial ditawarkan. Apresiasi ini sesungguhnya milik seluruh tim di Indodana Finance yang terus bekerja keras dalam memastikan bahwa teknologi kami dapat membantu masyarakat, khususnya bagi setiap individu maupun pelaku usaha untuk tumbuh lebih mandiri,” paparnya.
Pernyataan itu terasa relevan dengan kondisi industri sekarang. Banyak layanan digital berlomba jadi cepat dan praktis, tapi pengguna muda juga mulai mempertanyakan aspek keamanan, transparansi, dan dampak sosialnya.
Literasi Finansial Jadi Fokus Baru
Selain penghargaan, acara Women Art & Society 2026 juga menghadirkan program literasi keuangan untuk ratusan pelaku usaha ultra mikro, pameran seni, dan aktivitas budaya.
Menurut Mirna Florita, lingkungan kerja yang sehat menjadi pondasi penting sebelum perusahaan bicara soal pemberdayaan masyarakat.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan dimulai dari lingkungan kerja yang sehat dan memungkinkan setiap orang untuk berkontribusi secara maksimal. Dengan pondasi budaya kerja yang inklusif, kami dapat melangkah lebih jauh dalam memberikan akses keuangan dan mendukung kemandirian ekonomi bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan