Kamis, 16 APRIL 2026 • 18:20 WIB

Paylater dan Cicilan Digital, Solusi atau Jebakan Finansial Anak Muda?

Author

Ilustrasi paylater atau cicilan digital (Freepik)

INDOZONE.ID - Kemudahan transaksi digital membuat belanja kini semakin praktis. Tinggal klik, barang datang.

Bahkan, sekarang banyak platform memiliki fitur paylater atau cicilan digital, di mana pengguna tidak perlu langsung bayar. 

Layanan seperti Shopee PayLater atau GoPay PayLater semakin populer di kalangan anak muda. 

Tapi di balik kemudahannya muncul pertanyaan penting, apakah ini solusi finansial atau justru jebakan utang?

Baca juga: Keberlangsungan Paylater di Tengah Dinamika Ekonomi Digital

Apa Itu Paylater dan Kenapa Banyak Dipakai?

Paylater adalah metode pembayaran yang memungkinkan kamu membeli sekaran dan membayar nanti, biasanya dengan tenor tertentu (1 bulan, 3 bulan, hingga 12 bulan).

Alasan kenapa fitur ini digemari, yaitu:

  • Proses cepat tanpa kartu kredit
  • Bisa langsung digunakan di aplikasi
  • Cocok untuk kebutuhan mendadak
  • Banyak promo dan cashback

Buat sebagian orang, paylater terasa seperti penolong di saat dompet sedang tipis. 

Sisi Positif Paylater

Tidak bisa dipungkiri, paylater punya manfaat jika digunakan dengan bijak. 

  1. Membantu kebutuhan mendesak: Misalnya untuk biaya kesehatan, tiket pulang kampung, atau kebutuhan penting lainnya.
  2. Alternatif tanpa kartu kredit: Banyak anak muda belum punya akses ke kartu kredit, sehingga paylater jadi opsi praktis.
  3. Bisa bantu manajemen cash flow: Jika pengeluaran diatur dengan baik, cicilan justru bisa membantu menjaga arus kas tetap stabil.

Risiko yang Sering Diremehkan

Di balik kemudahannya, paylates juga menyimpan risiko yang sering tidak disadari.

1. Ilusi Punya Uang

Karena tidak langsung membayar, banyak orang merasa masih punya uang dan akhirnya belanja lebih banyak dari kemampuan.

2. Bunga dan Biaya Tambahan

Meski terlihat ringan, bunga dan biaya admin bisa menumpuk. Kalau telat bayar, dendanya juga tidak kecil.

3. Menumpuknya Cicilan

Seringkali orang menggunakan lebih dari satu layanan paylater. Akibatnya tagihan datang bersamaan, gaji habis hanya untuk bayar utang, dan sulit menabung.

4. Dampak ke Skor Kredit


Beberapa layanan paylater sudah terhubung dengan sistem penilaian kredit. Jika sering telat bayar, ini bisa berdampak saat kamu ingin mengajukan pinjaman di masa depan.

Baca juga: Perbedaan Paylater dan Kartu Kredit yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Pakai

Fenomena Anak Muda dan Gaya Hidup Konsumtif

Di era media sosial, tekanan gaya hidup juga ikut berperan. 

Melihat tren TikTok atau Instagram, banyak anak muda terdorong untuk:

  • Ikut tren belanja
  • FOMO (fear of missing out)
  • Membeli barang demi konten atau gengsi

Paylater akhirnya jadi jalan pintas untuk memenuhi gaya hidup tersebut, meski kondisi keuangan belum siap.

Kapan Paylater Masih Aman Digunakan?

Paylater bukan sepenuhnya buruk. Kuncinya ada di cara penggunaannya. 

Gunakan paylater jika:

  • Untuk kebutuhan penting, bukan sekadar keinginan
  • Cicilan tidak lebih dari 30 persen penghasilan
  • Sudah punya rencana pembayaran yang jelas
  • Tidak menggunakan lebih dari satu layanan sekaligus

Tips Agar Tidak Terjebak Utang Digital

Supaya tetap aman, coba terapkan beberapa hal ini:

  1. Bedakan kebutuhan dan keinginan: Jangan semua hal dibeli dengan alasan bisa dicicil.
  2. Batasi jumlah cicilan aktif: Semakin banyak cicilan, semakin besar risiko keuangan terganggu.
  3. Selalu bayar tepat waktu: Hindari denda dan jaga reputasi kredit.
  4. Evaluasi kondisi finansial secara rutin: Jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan.

Baca juga: PayLater vs Kartu Kredit: Mana Lebih Untung atau Malah Bikin Boncos?

Paylater dan cicilan digital bisa jadi solusi finansial yang membantu, asal digunakan dengan bijak.

Namun, jika dipakai tanpa kontrol, justru bisa berubah menjadi jebakan utang yang membebani. 

Di tengah kemudahan teknologi, tantangan terbesar bukan lagi akses, tapi kemampuan mengelola diri. 

Karena pada akhirnya, keputusan finansial yang sehat bukan soal bisa beli sekarang atau tidak, tapi apakah kita benar-benar mampu membayarnya nanti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Frontiersin.org, Forbes

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU