Minggu, 12 APRIL 2026 • 16:30 WIB

Wajib Tahu! Ini 3 Kesalahan Finansial Sebelum Menikah yang Harus Dihindari

Author

Ilustrasi Bahas Finansial Sebelum Menikah. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Kesalahan finansial sebelum nikah itu nyata, dan banyak orang baru sadar setelah semuanya terjadi.

Padahal, ini bisa jadi bom waktu jika dibiarkan. Bukan hanya membuat ribet, tapi juga bisa menghancurkan stabilitas keuangan yang sudah kamu bangun lama.

Baca juga: Perbedaan Passive Income dan Active Income, Mana yang Kamu Butuhkan?

3 Kesalahan Finansial Sebelum Menikah

Nah, ini dia tiga kesalahan finansial sebelum menikah yang wajib kamu hindari.

1. Nggak Punya Perjanjian Pra-Nikah (Prenup)

Banyak orang masih merasa prenup itu tabu, karena terkesan nggak percaya dengan pasangan atau sudah mikir soal cerai duluan.

Padahal faktanya tanpa prenup, secara hukum di Indonesia, semua aset yang didapat setelah menikah akan jadi harta bersama. Jadi bisnis, investasi, bahkan aset yang kamu bangun sendiri bisa ikut terkena dampaknya.

Prenup bukan soal curiga, tapi soal proteksi dan perencanaan. Ini langkah preventif agar keuangan tetap jelas dan aman.

Baca juga: Keuangan Menipis Setelah Mudik? Ini Cara Mengatasinya agar Cepat Pulih

2. Skip Diskusi Soal Sistem Keuangan Rumah Tangga

Ini salah satu yang paling sering kejadian, karena banyak pasangan nggak pernah ngobrol soal siapa yang bayar kebutuhan bulanan, mau pakai rekening gabungan atau pisah, hingga bagaimana pembagian kontribusi kalau penghasilan beda jauh.

Masalah finansial dalam pernikahan biasanya bukan soal jumlah uangnya, tapi soal ekspektasi yang nggak pernah dibahas. Misalnya, satu pihak berpikir semua biaya ditanggung pasangan, sementara yang lain berharap dibagi.

3. Nggak Punya Dana Darurat

Banyak pasangan fokus nabung untuk persiapan nikah seperti sewa gedung, catering, baju pengantin, hingga honeymoon.

Tapi lupa satu hal, yaitu hidup setelah nikah. Bayangkan jika tiba-tiba salah satu kena PHK, ada kebutuhan medis mendadak, atau pengeluaran tak terduga lainnya.

Tanpa dana darurat, kondisi ini bisa langsung membuat keuangan goyah, bahkan berujung utang.

Idealnya, sebelum menikah, masing-masing sudah memiliki dana darurat sekitar 3–6 bulan pengeluaran.

Menikah itu bukan hanya soal saling cinta, tapi juga soal kesiapan hidup bersama, dan finansial adalah salah satu fondasi paling penting.

Baca juga: Kenapa Dana Darurat Itu Penting? Simak Alasannya agar Finansial Tetap Stabil

Tiga kesalahan tadi sering terjadi bukan karena kurang menyayangi, tapi karena topik uang masih dianggap sensitif untuk dibahas.

Jadi sebelum melangkah lebih jauh, pastikan kamu dan pasangan sudah sama-sama siap, bukan hanya secara emosional, tapi juga finansial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Blu By BCA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU