Kamis, 05 MARET 2026 • 13:15 WIB

Perbedaan Paylater dan Kartu Kredit yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Pakai

Author

perbedaan kartu kredit dan payletter (freepik)

INDOZONE.ID - Perbedaan paylater dan kartu kredit penting dipahami sebelum kamu memutuskan menggunakannya untuk bertransaksi. 

Sekilas memang keduanya terlihat mirip karena sama-sama memungkinkan kamu membeli sekarang dan membayar nanti.

Namun sebenarnya, sistem, biaya, hingga risiko yang dimiliki paylater dan kartu kredit cukup berbeda.

Nah agar kamu bijak dalam pemakai kedua jenis transaksi ini, berikut penejelasannya: 

Apa Itu Paylater?

Paylater adalah sistem pembayaran beli sekarang, bayar nanti yang biasanya terintegrasi langsung dengan aplikasi e-commerce atau layanan digital.

Setelah akun disetujui, pengguna akan mendapatkan limit tertentu yang bisa dipakai untuk transaksi di platform tersebut.

Proses pengajuan paylater relatif cepat karena hanya memerlukan verifikasi identitas dasar dan dilakukan sepenuhnya secara online.

Limit kredit biasanya tidak terlalu besar dan sering digunakan untuk pembelian kebutuhan sehari-hari atau transaksi kecil.

Tenor cicilan paylater umumnya cukup pendek, sekitar 1-12 bulan tergantung kebijakan penyedia layanan.

Apa Itu Kartu Kredit?

Kartu kredit adalah alat pembayaran yang diterbitkan oleh bank dan memungkinkan pengguna bertransaksi menggunakan dana pinjaman dari bank.

Pengguna akan menerima tagihan setiap bulan yang harus dibayar sesuai jumlah transaksi yang dilakukan.

Baca juga: PayLater vs Kartu Kredit: Mana Lebih Untung atau Malah Bikin Boncos?

Proses pengajuan kartu kredit biasanya lebih ketat karena bank akan menilai kemampuan finansial calon pengguna, seperti penghasilan dan riwayat kredit.

Limit kartu kredit umumnya lebih besar dibanding paylater dan bisa digunakan di berbagai merchant, baik online maupun offline bahkan di luar negeri.

Perbedaan Payletter dan Kartu Kredit

Adapun perbedaan payletter dan kartu kredit : 

1. Mekanisme Transaksi

Paylater biasanya hanya dapat digunakan pada aplikasi atau merchant yang bekerja sama dengan penyedia layanan tersebut. Artinya, penggunaannya lebih terbatas pada ekosistem tertentu.

Sebaliknya, kartu kredit memiliki jaringan pembayaran yang lebih luas dan dapat digunakan hampir di semua merchant yang menerima pembayaran kartu.

Hal ini membuat kartu kredit lebih fleksibel untuk berbagai jenis transaksi.

2. Bunga dan Biaya Layanan

Dari sisi biaya, paylater umumnya memiliki bunga yang lebih tinggi dibanding kartu kredit.

Bunga paylater bisa berkisar sekitar 2,25% hingga 4% per bulan, tergantung penyedia layanan dan tenor cicilan.

Sementara itu, bunga kartu kredit biasanya lebih rendah dan bahkan bisa 0% jika tagihan dibayar penuh sebelum jatuh tempo.

Namun kartu kredit biasanya memiliki biaya tambahan seperti iuran tahunan atau biaya administrasi tertentu.

3. Tenor Cicilan

Paylater biasanya memiliki tenor cicilan yang relatif pendek, mulai dari 1 bulan hingga maksimal sekitar 12 bulan.

Sebaliknya, kartu kredit menawarkan pilihan tenor yang lebih panjang, bahkan bisa mencapai 24 hingga 36 bulan pada beberapa program cicilan.

Tenor yang lebih panjang ini membuat kartu kredit sering digunakan untuk transaksi bernilai besar.

4. Proses Persetujuan

Pengajuan paylater cenderung lebih mudah dan cepat karena proses verifikasinya sederhana dan dilakukan secara digital.

Hal ini membuat banyak orang bisa langsung mendapatkan limit dalam waktu singkat.

Sementara itu, kartu kredit memerlukan proses analisis yang lebih ketat seperti pemeriksaan penghasilan, dokumen pekerjaan, dan riwayat kredit calon pemohon.

Karena prosesnya lebih selektif, tidak semua orang bisa langsung mendapatkan kartu kredit.

5. Limit Kredit

Limit paylater biasanya relatif kecil, misalnya mulai dari ratusan ribu hingga sekitar Rp10 juta tergantung riwayat transaksi pengguna.

Sementara kartu kredit bisa memiliki limit jauh lebih besar karena ditentukan berdasarkan kemampuan finansial pengguna.

Limit ini bisa mencapai puluhan juta rupiah tergantung profil kredit seseorang.

6. Pengaruh terhadap Skor Kredit

Baik paylater maupun kartu kredit dapat memengaruhi skor kredit seseorang jika terhubung dengan sistem laporan kredit nasional.

Pembayaran tepat waktu bisa meningkatkan skor kredit, sementara keterlambatan dapat menurunkannya.

Karena itu, keduanya harus digunakan secara bijak agar tidak menimbulkan masalah keuangan di masa depan.

Kelebihan dan Kekurangan Paylater

Sebelum memutuskan menggunakan layanan ini, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangan paylater agar penggunaannya tetap sesuai dengan kondisi keuangan, berikut rinciannya: 

Baca juga: Paylater Penyokong Gaya Hidup Anak Muda yang Terus Bertumbuh

Kelebihan

  • Proses pengajuan relatif cepat dan mudah karena dilakukan secara online.
  • Praktis digunakan langsung melalui aplikasi saat melakukan transaksi.
  • Cocok untuk kebutuhan pembayaran dengan nominal kecil atau transaksi harian.

Kekurangan

  • Bunga atau biaya layanan biasanya relatif lebih tinggi.
  • Limit kredit yang diberikan umumnya tidak terlalu besar.
  • Penggunaannya terbatas pada merchant atau platform tertentu saja.
     

Kelebihan dan Kekurangan Kartu Kredit

Sama seperti paylater, kartu kredit juga memiliki sejumlah keunggulan dan risiko yang perlu dipahami sebelum digunakan, berikut rinciannya: 

Kelebihan

  • Limit kredit biasanya lebih besar dibandingkan paylater.
  • Bunga bisa lebih rendah jika tagihan dibayar tepat waktu.
  • Banyak promo menarik seperti cashback, poin reward, dan diskon dari merchant.

Kekurangan

  • Proses pengajuan lebih ketat karena harus melalui analisis bank.
  • Biasanya terdapat biaya tahunan atau biaya administrasi tertentu.
  • Berpotensi menimbulkan utang jika penggunaan tidak dikelola dengan disiplin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Skorlife.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU