INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu ngerasa belanja sekarang itu gampang banget, tapi saldo rekening kok cepat banget habis? Nah, ini salah satunya karena kita hidup di zaman serba cashless alias makin jarang pakai uang tunai. Sekarang, bayar apa-apa cukup pakai dompet digital atau aplikasi. Gampang banget!
Contohnya, dompet digital atau sistem pembayaran lewat aplikasi bikin kita bisa bayar cuma dalam hitungan detik. Tapi, pertanyaannya, apakah kemudahan ini bikin kita tanpa sadar jadi lebih boros? Yuk, kita bahas ceritanya lebih lengkap!
Apa Itu Cashless Society dan Dompet Digital?
Cashless society artinya masyarakat lebih sering membayar pakai cara digital tanpa uang tunai, misalnya menggunakan e-wallet atau kartu nirkontak. Tinggal tap, scan, atau tap to pay, dan beres! Nggak perlu ribet hitung kembalian atau bawa dompet tebal penuh uang kertas.
Nah, dompet digital sendiri adalah aplikasi di smartphone yang menyimpan uang secara digital. Bisa dipakai untuk bayar online maupun offline. Praktis banget, apalagi buat anak muda yang hidupnya serba cepat dan mobile. Tapi, meskipun gampang, ternyata kemudahan ini juga punya efek samping yang nggak selalu kita sadari.
Baca juga: Dari Penjual Pulsa Keliling, Dua Anak Muda Nojokerto Ini Bangun Dompet Digital
Dompet Digital Lebih Gampang Belanja? Yes!
Berdasarkan berbagai penelitian, transaksi cashless bikin kita cenderung belanja lebih banyak dibanding pakai uang tunai. Secara psikologis, kalau pakai cash, kita benar-benar melihat uang itu pergi dari tangan kita. Sedangkan saat pakai dompet digital, uangnya cuma terlihat sebagai angka di layar, abstrak banget.
Di dunia behavioral economics, fenomena ini punya sebutan khusus, yaitu cashless effect. Artinya, membayar secara digital bikin kita kurang peka terhadap pengeluaran. Karena nggak melihat uang keluar secara nyata, rasanya lebih gampang klik “bayar” tanpa mikir panjang.
Efek Psikologis: Pain of Paying Berkurang
Di bidang ekonomi perilaku, ada konsep bernama pain of paying, yaitu rasa nggak nyaman yang muncul saat kita kehilangan uang. Semakin nyata uang itu kita rasakan, misalnya pakai cash semakin hati-hati kita mengeluarkannya. Tapi kalau pakai dompet digital, banyak orang merasa transaksinya “nggak nyata”.
Efeknya, kita jadi lebih gampang belanja impulsif atau membeli barang yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhkan, cuma karena tinggal klik atau tap saja. Makanya, nggak heran kalau saldo rekening sering tiba-tiba menipis, padahal belanjanya cuma camilan, kopi, atau barang diskonan yang “cuma Rp10-an ribu”.
Penelitian Dunia: Cashless Payments dan Overspending
Beberapa studi internasional sudah meneliti hubungan antara pembayaran digital dan perilaku belanja. Misalnya, meta-analisis dari tim University of Adelaide dan University of Melbourne menemukan bahwa transaksi digital sering bikin orang mengeluarkan uang lebih banyak daripada yang sebenarnya mereka rencanakan.
Selain itu, ada juga teori Spendception yang dibuat untuk menjelaskan perilaku konsumen di era digital. Teori ini menyebutkan bahwa transaksi non-tunai bikin pembelian terasa kurang “nyata”, sehingga kita gampang kehilangan jejak berapa banyak uang yang sudah dibelanjakan.
Kesalahan Persepsi: “Promo Sama dengan Hemat, Padahal Boros”
Selain efek psikologis, dompet digital juga sering dikaitkan dengan strategi marketing yang bikin pengguna jadi lebih boros, seperti:
- Promo dan cashback bikin kita merasa hemat, padahal sebenarnya tetap mengeluarkan uang untuk barang yang nggak direncanakan.
- Notifikasi terus-menerus mendorong rasa fear of missing out (FOMO), sehingga kita buru-buru membeli barang yang sedang diskon.
- Saldo digital yang terus terlihat “aman” bikin kita merasa bebas belanja tanpa batasan nyata.
Semua ini membuat transaksi jadi lebih impulsif. Padahal, kalau pakai cash, kita biasanya lebih mikir dua kali sebelum mengeluarkan uang.
Cashless Society: Nggak Selalu Negatif
Tapi jangan salah sangka dulu. Cashless society juga punya banyak keuntungan, seperti:
- Nggak perlu repot bawa uang tunai
- Pembayaran lebih cepat dan efisien
- Lebih gampang memantau pengeluaran digital
- Banyak fitur budgeting dan laporan otomatis di aplikasi
Yang bikin boros itu bukan teknologinya, tapi cara kita memakainya.
Baca juga: Bukan Cuma Harga, Pembinaan UMKM Juga soal Cara Jualan hingga Transaksi Cashless
Tips Supaya Dompet Digital Nggak Bikin Boros
Kalau kamu suka pakai dompet digital tapi nggak mau boros, ini beberapa trik yang bisa dicoba:
- Tetapkan anggaran bulanan di aplikasi dompet digital
- Gunakan fitur laporan pengeluaran untuk mengecek belanja
- Matikan notifikasi promo yang memicu FOMO
- Sisihkan uang tunai untuk kebutuhan harian agar lebih sadar pengeluaran
- Terapkan cooling-off period sebelum checkout barang impulsif
Dengan cara ini, dompet digital bisa jadi alat yang membantu, bukan musuh bagi keuangan kamu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Paymentsjournal.com, PubMed