Rabu, 07 JANUARI 2026 • 16:41 WIB

7 Langkah Mengatur Keuangan untuk Pengantin Baru, Biar Hidup Lebih Tenang dan Bebas Utang

Author

Ilustrasi Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga. (Foto: Freepik @wayhomestudio)

INDOZONE.ID - Setelah selesai acara resepsi pernikahan, kehidupan baru bersama pasangan pun di mulai. 

Menikah bukan cuma soal cinta bersama, tapi juga perihal penyesuaian kebiasaan, terutama perihal mengatur tujuan finansial bersama pasangan.

Pertanyaan sederhana pun muncul, mendingan punya anak dulu atau beli rumah dulu? Dan berapa dana darurat yang ideal untuk pengantin baru?

Tenang, Kamu gak usah bingung. Biar Kamu dan pasangan bisa punya tujuan finansial yang lebih terarah.  

Berikut ini 7 langkah yang bisa jadi panduan, solusi baby steps dari Dave Ramsey, seorang pakar keuangan Amerika.

Baca juga: 30 Ide Side Hustle Tanpa Pengalaman untuk Tambahan Penghasilan

Perencanaan Dan Pengaturan Keuangan Untuk Pengantin Baru

1. Buat Starter Pack Keuangan

Langkah pertama yaitu kumpulkan dana Rp20 juta pertama sebagai dana darurat awal. Uang ini bukan untuk berbulan madu dan bukan juga untuk foya-foya. 

Tapi uang ini jadikan sebagai bantalan ketika ada peristiwa tidak terduga yang mendadak terjadi. 

Entah itu mobil yang tiba-tiba mogok, biaya rumah sakit pasca kecelakaan, ataupun perbaikan atap rumah akibat tertimpa pohon, semua contoh peristiwa ini bisa saja terjadi di luar prediksi dan tidak mungkin di cuekin gitu aja.

2. Lunasi Semua Utang

Sebelum merencanakan tujuan keuangan berikutnya, lunasi dulu semua utang konsumtif baik itu pinjaman pribadi ataupun utang kartu kredit. 

Kamu bisa gunakan metode debt snowball, yaitu fokus lunasi utang dari yang terkecil dulu, contoh Kamu punya 3 utang:  

Baca juga: 7 Cara Menabung saat Pacaran biar Pernikahan Impian Nggak Cuma Wacana!

  • Utang A: Rp100 ribu  
  • Utang B: Rp300 ribu  
  • Utang C: Rp700 ribu  

Kamu bayar utangnya dari yang paling kecil dulu, yaitu utang A (100 ribu), sampai lunas.  

Sambil itu, Kamu tetap bayar cicilan minimum untuk utang B dan C.

Kalau utang A udah lunas, uang yang tadinya Kamu pakai buat bayar A, sekarang dipakai nambahin bayar utang B. Jadi bayar utang B-nya jadi lebih cepat. 

Setelah B lunas, Kamu pakai semua uang itu untuk bayar utang C.  

Lama-lama kayak bola salju yang makin besar karena terus bergulung, dan makin cepat lunas semua utangnya.  

Dengan menggunakan metode debt snowball ini, Kamu bisa lebih termotivasi karena melihat hasilnya satu per satu. 

Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.959 Di Tengah Bursa Asia Melemah

3. Bangun Fondasi Yang Kuat

Setelah utang lunas, waktunya untuk bangun fondasi keuangan keluarga. 

Dengan mengumpulkan dana darurat sebesar 3 sampai 6 bulan dari total biaya hidup keluarga. 

Fondasi ini bisa jadi pelindung utama kalau sewaktu-waktu kehilangan pekerjaan maupun ada kondisi darurat lain.

4. Mulai Investasi Meski Sedikit Tapi Rutin

Saat fondasi keuangan keluarga sudah cukup, mulailah untuk berinvestasi meski nominalnya kecil tapi dilakukan secara rutin, dengan menyisihkan sekitar 15 persen dari penghasilan gabungan. 

Semakin cepat Kamu berinvestasi, semakin besar manfaat dan keuntungan yang didapat.

Baca juga: Harga Emas Antam Kembali Meroket, Naik Rp34 ribu dari Hari Sebelumnya

5. Nabung Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

Biaya sekolah tiap tahun naik, jadi jangan tunggu anak lahir dulu baru mulai nabung pendidikan anak. 

Mulailah nabung pendidikan anak dari sekarang, walau nominalnya kecil yang penting konsisten. 

Karena, tetesan yang kecil lama-kelamaan akan jadi samudra besar.

6. Lunasi Rumah Biar Hidup Lebih Ringan

Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga merupakan aset utama keluarga. 

Baca juga: Harga Emas UBS dan Galeri 24 Kompak Naik Signifikan di Pegadaian

Kalau Kamu punya cicilan rumah, prioritaskan buat lunas lebih cepat. Begitu rumah lunas, pengeluaran bulanan bisa jauh lebih ringan.

7.  Kaya Harta, Kaya Makna

Jika setelah semua langkah tadi selesai dicapai, saatnya Kamu naik level yaitu gunakan sebagian uangmu untuk berbuat kebaikan dan memberikan dampak positif, mulai dari sedekah rutin, sampai dukung mimpi sosial. 

Kekayaan sejati bukan cuma soal angka, tapi juga makna. 

Lalu Sebaiknya Siapa Yang Kelola Keuangan Keluarga, Apakah Istri Atau Suami?

Idealnya ialah keduanya, istri dan suami. Mengelola keuangan secara bersama-sama bisa dengan mudah dan ringan untuk dilaksanakan.

Baca juga: 5 Cara Atur Keuangan Gaji 3 Juta yang Realistis, Tetap Aman di Tanggal Tua

Membangun keuangan keluarga bukan tentang siapa yang paling banyak belajar ilmu ekonomi, tapi soal komitmen dan kerja sama. 

Dimulai dari langkah kecil, disiplin, dan saling percaya satu sama lain,  karena kebahagiaan rumah tangga juga ditentukan pada kesehatan finansialnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jago.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU