INDOZONE.ID - Kalau kamu lagi di usia 20-an dan ngerasa hidupmu 'gak sekaya' teman-teman yang udah bisa beli mobil, atau liburan ke luar negeri, tenang aja, kamu gak sendirian.
Banyak anak muda sekarang yang ngerasa insecure soal uang gara-gara bandingin diri mereka sama influencer atau orang lain di media sosial.
Nah, hal ini juga yang jadi bahasan seru di video YouTube/Theo Derick. Mereka ngobrol jujur tentang money mindset di umur 20-an, kesalahan yang sering dilakukan, sampai cara berpikir biar gak terjebak di 'Jebakan social media'.
Baca juga: Bisnis Bareng Teman Sering Gagal? Ini Solusi dan Tips Mengatasinya!
Rajin Itu Wajib, Tapi Harus di Industri yang Tepat
Theo bilang, banyak orang salah paham soal 'kerja keras'. Katanya, kerja keras itu memang wajib, tapi bukan jaminan bakal langsung kaya.
“Rajin itu be minimum,” ucap Theo.
Artinya, semua orang juga bisa kerja keras, tapi hasilnya tergantung kamu kerja di bidang yang punya momentum atau gak.
Misalnya, orang yang kerja 12 jam di toko e-commerce tahun 2017, pasti punya hasil besar karena saat itu momentum-nya lagi di situ.
Tapi kalau kamu kerja keras di bidang yang gak lagi berkembang, hasilnya bisa beda jauh. Intinya, jangan cuma kerja keras, tapi juga work smart, pilih industri yang punya arah pertumbuhan bagus.
Media Sosial dan Ilusi ‘Rumput Tetangga Lebih Hijau’
Theo juga ngomong jujur soal dampak media sosial. Menurutnya, medsos bikin kita susah puas sama hidup sendiri.
“Dulu, kita gak tahu tetangga makan apa. Sekarang, semua orang bisa lihat lewat story,” katanya.
Gara-gara itu, banyak orang jadi pengen hidup seperti yang mereka lihat di layar. Padahal, belum tentu sesuai kebutuhan atau kemampuan.
“Belum tentu yang makan steak lebih bahagia dari yang makan tempe goreng,” kata Theo.
Tapi karena medsos bikin semua kelihatan, akhirnya banyak yang kejebak gaya hidup “biar kelihatan sukses”.
Baca juga: Tips Kaya Ala Orang China Tanpa Flexing: Ini Rahasia dari Budaya dan Sejarahnya!
Generasi ‘Balas Dendam’ dan Gaya Hidup Instan
Ada satu hal menarik dari pembahasan Theo, yaitu istilah “Redemption Generation”. Katanya, banyak orang tua zaman sekarang tumbuh di masa sulit.
Jadi, ketika sudah mapan, mereka pengen anaknya gak susah seperti dulu. Akhirnya, anak-anak jadi terbiasa hidup nyaman tanpa belajar menahan diri.
Ditambah lagi, era sekarang serba instan. Mau liburan? Bisa dicicil. Mau barang mahal? Bisa pakai paylater.
Semua hal bisa dilakukan cepat, tapi efeknya, banyak orang kehilangan kemampuan untuk sabar dan mengatur uang.
“Orang pengin kaya cepat, tapi lupa belajar ngatur uangnya,” kata Theo dengan nada tegas.
Hemat Itu Bukan Pelit, Tapi Punya Tujuan
Theo juga nyentil soal 'hemat di usia 20-an itu bullshit'. Katanya, hemat cuma masuk akal kalau kamu punya tujuan.
“Kalau kamu nggak punya target, buat apa hemat?” ujarnya.
Tapi kalau kamu punya mimpi besar, misalnya pengin buka bisnis atau beli rumah, ya mau gak mau harus belajar ngatur uang.
Menurutnya, uang itu bukan buat pamer, tapi buat bikin hidup lebih tenang.
“Uang itu menambah ketenangan, bukan cuma kemewahan,” katanya.
Baca juga: Tips Atur Dana Pensiun Biar Masa Tua Nggak Jadi Beban
Dari obrolan panjang Theo Derick ini, satu hal yang bisa diambil yaitu, kaya itu bukan cuma soal kerja keras, tapi juga soal arah, kesadaran diri, dan kemampuan buat ngatur apa yang kita punya.
Di usia 20-an, wajar banget kalau masih belajar dan kadang salah langkah. Tapi yang penting, jangan berhenti belajar soal uang, karena kalau bukan kamu yang ngatur uang, ya uang yang bakal ngatur kamu.
Kalimat Theo yang paling nyantol? “Rajin itu minimal. Tapi kalau kamu rajin di tempat yang tepat, hasilnya bisa luar biasa.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube