INDOZONE.ID - Bank Indonesia (BI) menilai bahwa kondisi ekonomi domestik saat ini masih terjaga dengan baik dan perlu terus didorong untuk mencapai potensi maksimal perekonomian.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2025 secara daring di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu.
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2025 didorong oleh peningkatan ekspor, terutama sebagai respons terhadap penerapan tarif resiprokal AS, dengan komoditas seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan besi baja yang mengalami kenaikan signifikan.
Baca juga: Presiden Prabowo Tambah Dana LPDP dari Uang Pengembalian Korupsi CPO, Ini kata Menkeu Purbaya
Sementara itu, Perry mengatakan permintaan domestik masih perlu terus diperkuat sehingga dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga dan investasi.
Belanja Pemerintah berkontribusi pada penguatan permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025.
Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi didorong oleh kinerja produksi LU pertanian, LU industri pengolahan, dan LU perdagangan yang tetap baik.
Pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa dan Sumatera diperkirakan akan lebih baik dari perkiraan sebelumnya, didorong oleh peningkatan aktivitas industri pengolahan dan sektor pertanian.
Baca juga: Danantara Indonesia Alokasikan Dana untuk Investasi di Pasar Modal Domestik
Pada keseluruhan semester II-2025, BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi membaik. Hal itu sejalan dengan implementasi proyek prioritas Pemerintah terkait program ketahanan pangan, energi, pertahanan dan keamanan, serta Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah 2025 termasuk bantuan sosial yang akan disalurkan pada triwulan IV-2025.
Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, serta berkolaborasi dengan kebijakan fiskal dan sektor riil pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 berada sedikit di atas titik tengah kisaran 4,6-5,4 persen dan meningkat pada 2026,” pungkas Perry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA