Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 10:35 WIB

Rupiah Menguat, Analis Sebut Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed Jadi Faktor Utama

Author

Ilustrasi uang rupiah. (Freepik/mehaniq)

INDOZONE.ID - Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan bahwa rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.

"Masih ada ruang penguatan mas untuk hari ini, karena index dollar turun tipis seiring meningkatnya ekspektasi penurunan bunga The Fed," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Mengutip Xinhua, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menjelaskan bahwa tidak ada jalur bebas risiko untuk kebijakan suku bunga di tengah ketegangan antara target ketenagakerjaan dan inflasi.

Baca juga: Trump Naikkan Tarif 100% untuk China, Menkeu Purbaya: Kita Jadi Untung

Dalam pertemuan National Association for Business Economics di Philadelphia, AS, dia menekankan bahwa The Fed akan membuat keputusan kebijakan berdasarkan perkembangan ekonomi dan keseimbangan risiko, bukan mengikuti rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sejalan dengan penutupan pemerintahan federal AS dan laporan data ekonomi resmi yang kurang karena tertunda, Powell menyatakan bank sentral memiliki sumber data sendiri untuk memantau kesehatan ekonomi AS.

Berdasarkan data yang ada, prospek ketenagakerjaan dan inflasi relatif stabil sejak pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September 2025.

Baca juga: Menkeu Purbaya Jamin Danantara Bisa Untung Karena Patriot Bond: Saya Awasi dari Jauh

Saat pertemuan FOMC bulan Oktober, diperkirakan The Fed kembali memangkas suku bunga seperempat poin akhir bulan ini.

Sentimen lain yang mempengaruhi rupiah berasal dari rilis data Bank Indonesia (BI) tentang utang luar negeri dan hasil survei kegiatan usaha.

"Utang luar negeri pemerintah per Agustus 2025 diperkirakan masih akan tumbuh 4,5 persen menjadi di kisaran 475 miliar dolar AS," kata Rully.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU