Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 12:35 WIB

Penyesalan Keuangan yang Jadi Pelajaran, Apa Saja?

Author

Ilustrasi Penyesalan Keuangan. (Foto: Freepik @benzoix)

INDOZONE.ID - Setiap orang pasti pernah bikin keputusan keuangan yang kalau diingat lagi bikin geleng-geleng kepala. Hal ini juga dialami narasumber dari YouTube/SUARA BERKELAS.

Ia cerita kalau dulu pernah ikut saran “punya uangnya diinvestasikan, barangnya dicicil.” Contohnya waktu beli iPhone 16.

Saat itu, ia sudah punya uang Rp20 juta, tapi malah diputar dulu ke reksadana pasar uang, sementara iPhone-nya dicicil tiap bulan. Secara teori kelihatan menguntungkan. Uang tetap bekerja, barang bisa dipakai.

Tapi ternyata, nyicil setahun terasa panjang banget. Setiap gajian harus kepotong cicilan, bikin hati nggak tenang.

Dari situ, ia sadar kalau hidup dengan cicilan panjang bukan gaya yang cocok. Itu jadi penyesalan sekaligus pelajaran penting yang tidak ingin diulang.

Baca juga: Mindset Keuangan Wanita Berkelas: Cara Pintar Mengelola Uang dan Hidup Tanpa Stres Finansial

Anak Jadi Motivasi Terbesar

Kalau soal keluarga, ceritanya justru berbeda. Tidak ada penyesalan, malah banyak rasa syukur. Anak menjadi motivasi terbesar untuk kerja lebih keras.

Keinginannya sederhana yaitu anak bisa sekolah di lingkungan yang baik, penuh respek pada anak, tanpa hukuman yang nggak perlu.

Sekolah yang bagus juga bukan cuma untuk anak, tapi juga untuk orang tua. Narasumber bilang, komunitas orang tua di sekolah bisa jadi sumber inspirasi.

Ketemu orang tua yang sukses, rajin, atau punya usaha besar bikin semangat ikut terpacu.

Jadi, memilih sekolah anak ternyata bukan sekadar soal kualitas akademik, tapi juga tentang bertumbuh bersama sebagai orang tua.

Tantangan Keuangan dari Keluarga

Selain pengalaman pribadi, narasumber juga sering melihat cerita berat dari orang-orang sekitar.

Tantangan terbesar biasanya datang ketika masalah keuangan muncul dari keluarga. Ada yang orang tuanya tiba-tiba punya utang miliaran, ada yang kakaknya terjerat pinjol, atau terpaksa melunasi tanggungan keluarga tanpa pernah tahu sebelumnya.

Baca juga: Cara Membangun Relasi Sehat dengan Uang, Ini Caranya!

Ilustrasi Penyesalan Keuangan. (Foto: Freepik @benzoix)

Dalam kondisi seperti itu, orang sering merasa nggak punya pilihan. Secara teori mungkin gampang bilang, “batasi bantuan.”

Tapi dalam kenyataan, siapa yang tega lihat keluarga kehilangan rumah atau terjebak masalah besar?

Pada akhirnya, pilihannya sering kali bukan antara enak dan tidak enak, tapi antara tidak enak dan sangat tidak enak.

Nasihat Keuangan yang Paling Nggak Masuk Akal

Menurut narasumber, salah satu nasihat keuangan paling bikin geleng-geleng adalah kalimat, “gaji kamu pasti cukup, kalau nggak cukup berarti kamu nggak bisa ngatur.” Katanya, jelas banget itu datang dari orang yang hidupnya penuh privilege.

Faktanya, banyak orang yang gajinya UMR tapi harus nanggung keluarga, biaya sekolah adik, sampai kebutuhan orang tua.

Bagaimana mungkin cukup? Karena itu, langkah pertama dalam financial planning bukan cuma bikin anggaran, tapi memastikan penghasilan memang lebih besar daripada pengeluaran.

Kalau gajinya memang nggak cukup, bukan berarti salah orangnya, tapi memang harus cari cara nambah pemasukan.

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Kamu Hidup Lebih Kaya Raya

Ilustrasi Penyesalan Keuangan. (Foto: Freepik @benzoix)

Dari cerita narasumber, bisa disimpulkan kalau keuangan itu nggak melulu soal teori. Ada keputusan keuangan yang terlihat masuk akal di atas kertas, tapi ternyata nggak nyaman dijalani.

Ada juga pilihan sulit saat keluarga ikut terlibat. Nah yang jelas, pengalaman, baik manis maupun pahit, selalu bisa jadi guru terbaik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU